Pantau Flash
Lockdown Wuhan Resmi Berakhir
Kabar Baik! Warga Jabodetabek Akan Terima Bantuan Pangan Selama PSBB
Ronaldinho Segera Dibebaskan dari Penjara Paraguay
Update Korona di Ibu Kota: 1.443 Kasus, 141 Meninggal, dan 69 Sembuh
Bank Indonesia: Cadangan Devisa Cukup Penuhi Kebutuhan

Pelaporan SPT Diundur 30 April Akibat Wabah Virus Korona

Headline
Pelaporan SPT Diundur 30 April Akibat Wabah Virus Korona Menteri Keuangan, Sri Mulyani. (Foto: Antara)

Pantau.com - Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan memberikan jangka waktu lebih untuk penyampaian dan pelaporan SPT Tahunan wajib pajak orang pribadi hingga 30 April 2020.

Mengingat setiap tahunnya, pelaporan SPT dilakukan paling lambat bulan Maret. Namun, adanya wabah virus korona, Ditjen Pajak memberikan relaksasi batas waktu pelaporan dan pembayaran hingga April.

"Untuk memberikan kemudahan dan kepastian kepada Wajib Pajak Orang Pribadi dalam menyampaikan SPT Tahunan tahun pajak 2019, maka Ditjen Pajak juga memberikan relaksasi batas waktu pelaporan dan pembayaran sampai dengan 30 April 2020 tanpa dikenai sanksi keterlambatan," tulis keterangan resmi Ditjen Pajak.

Baca juga: 6,27 Juta Wajib Pajak OP Telah Lapor SPT

Memang, informasi ini dibenarkan oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, @smindrawati. Ia mengatakan di tengah mewabahnya virus korona dirinya melakukan koordinasi kebijakan dengan bawahannya lewat video conference.

Beberapa keputusan pun dapat diambil meskipun dirinya tidak melakukan koordinasi secara langsung. Salah satunya menyetujui usulan Ditjen Pajak untuk merelaksasi batas pelaporan SPT 2019.

"Menyetujui usulan Dirjen Pajak, untuk menetapkan status kahar dan memperpanjang waktu penyerahan SPT Wajib Pajak Pribadi dari akhir Maret menjadi April 2020," tulis Sri Mulyani dalam keterangan unggahannya.

Baca juga: Kemenkeu Pantau Dampak Virus Korona Terhadap Perekonomian Indonesia

Kemudian Ditjen Pajak juga menutup pelayanan perpajakan yang dilakukan langsung, baik lewat Tempat Pelayanan Terpadu (TPT) maupun Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di seluruh Indonesia. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus korona.

Penutupan layanan telah dilakukan pada 16 Maret hingga 5 April 2020 mendatang. Wajib Pajak tetap dapat menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan maupun masa melalui sarana pelaporan elektronik atau online.

Tim Pantau
Editor
Tatang Adhiwidharta

Berita Terkait: