Pantau Flash
Pencairan Gaji ke-13 PNS Masih 'Mengambang'
Tinjau Penanganan COVID-19, Doni hingga Menkes Terawan Sambangi Papua Barat
Komnas Anak Layangkan Panggilan ke-2 pada Lembaga Pimpinan Anies Baswedan
KPK Setor Rp500 Juta dari Perkara Kabid Pembangunan Jalan Muara Enim
Dua Pekan Lagi WHO Akan Umumkan Hasil Uji Klinis Obat COVID-19

PSBB Jakarta Diperpanjang, Rupiah Ditutup Stagnan

PSBB Jakarta Diperpanjang, Rupiah Ditutup Stagnan Pergerakan Rupiah Stagnan terhadap Dolar Seiring Diperpanjangnya PSBB DKI Jakarta. (Foto: Antara)

Pantau.com - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (4/6/2020), ditutup stagnan seiring diperpanjangnya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta. Rupiah ditutup stagnan atau sama dengan hari sebelumnya di level Rp14.095 per dolar AS.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Kamis, mengatakan kebijakan pemerintah provinsi DKI Jakarta yang memperpanjang PSBB sampai akhir Juni 2020 namun masuk dalam masa transisi mengindikasikan bahwa kebijakan tersebut ikut membantu program pemerintah menuju tatanan hidup baru (new normal) sehingga pasar merespons positif terhadap kebijakan tersebut.

"Pasar optimis dengan masa transisi ini sama artinya dengan program new normal yang digadang-gadang oleh pemerintah, sehingga arus modal asing yang tadinya keluar pasar dalam penutupan sore ini kembali masuk dan mata uang garuda kembali stagnan," ujar Ibrahim.

Baca juga: Rupiah Menguat Rp14.095 per Dolar Amerika Seiring Faktor Global

Masa transisi yang akan diterapkan memberi angin segar bagi perekonomian di DKI Jakarta sebagai ibu kota Indonesia sehingga dalam masa transisi tersebut perkantoran, mal dan lainnya kembali dibuka walaupun di bawah pengawasan yang ketat

Dari eksternal, rilis data ekonomi AS di hari ini cukup meyakinkan yaitu indeks nonmanufaktur AS untuk Mei 2020 dan pesanan pabrik untuk April melampaui perkiraan. Indeks non manufaktur yang dirilis Institute of Supply Management (ISM) naik menjadi 45,4 pada Mei, lebih baik dari estimasi 44,4. Sementara itu, pesanan pabrik menurun 13 persen pada April, lebih kecil dari proyeksi penurunan sebesar 13,4 persen.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah di posisi Rp14.105 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.095 per dolar AS hingga Rp14.162 per dolar AS. Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Kamis menunjukkan, rupiah menguat menjadi Rp14.165 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.245 per dolar AS.

Baca juga: BI Beri Bunga 1,5 Persen untuk GWM Perbankan

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: