Pantau Flash
Rekor Lagi! Kasus COVID-19 di Indonesia Melonjak Naik 8.369 Hari Ini
Lemhannas: Benny Wenda Tidak Punya Kewenangan untuk Deklarasi Papua Barat
Ditangkap Bareskrim di Bogor, Ustadz Maaher Jadi Tersangka Kasus UU ITE
Dari Penggeledahan Rumah Dinas Edhy Prabowo, KPK Temukan Uang Rp4 Miliar
Positif COVID-19, Kasudin Pendidikan Jaktim Meninggal Dunia

Rumah Tapak Mendominasi Pasar Properti di Masa Pandemi

Rumah Tapak Mendominasi Pasar Properti di Masa Pandemi Ilustrasi - Deretan perumahan. (HO Tapera)

Pantau.com - Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (Arebi) mengungkapkan properti rumah tapak mendominasi tahun ini yang dikenal sebagai tahun pandemi COVID-19.

"Tahun ini didominasi oleh rumah-rumah tapak, ruko atau rukan di mana untuk jenis-jenis properti tersebut permintaan atau demand-nya masih ada," ujar Ketua Arebi Lukas Bong dalam diskusi daring di Jakarta.

Kendati demikian, menurut Lukas, properti-properti tersebut harus dikemas sedemikian rupa agar menarik perhatian konsumen dan booming di pasar properti.

Baca juga: Industri Properti Lesu, Begini Kinerja 5 Emiten Kapitalisasi Besar di BEI

Selain itu Ketua Arebi tersebut juga menilai pada tahun ini para pengembang enggan atau kurang berminat untuk meluncurkan proyek-proyek properti bersifat high rise.

"Kalau kita bicara tahun 2020 ini sangat jarang sekali para pengembang atau developer meluncurkan proyek hunian vertikal atau high rise," kata Lukas Bong.

Padahal, lanjut Lukas, proyek-proyek hunian vertikal atau apartemen hampir mendominasi proyek dan pasar properti di tahun 2019. Sayangnya pada tahun Covid-19 ini, para pengembang kurang berminat atau dalam kondisi "tiarap" untuk meluncurkan proyek hunian vertikal akibat Covid-19.

Baca juga: Pengamat: Badan Percepatan Perumahan di Omnibus Law Harus Diperjelas

Sebelumnya tren pencarian atau deman konsumen terhadap rumah dengan harga di bawah Rp300 juta masih mendominasi pada kuartal ketiga tahun ini.

Data Analyst 99 Group Rayhanali Heiko Amier menyebut persentase konsumen yang melakukan pencarian terhadap properti pada harga di bawah Rp300 juta sekitar 38,1 persen, sedangkan pencarian untuk segmentasi harga Rp500 juta sampai dengan Rp1 miliar sekitar 16 persen.

Sebagian besar pencarian properti terjadi di daerah Tangerang, dengan Sawangan,dan Alam Sutera merupakan area yang memiliki kenaikan ​deman​ tertinggi yaitu mencapai 80.83 persen. Sebelumnya, dua wilayah ini tak masuk dalam top 5 area pencarian pada kuartal II/2020.

Dari masa ke masa, rumah masih jadi tipe properti utama yang paling dicari masyarakat. Tim Analis 99 Group menemukan bahwa setelah rumah, tanah merupakan tipe properti ​top deman ​pada kuartal III/2020 dengan persentase 6.21 persen, diikuti apartemen 4,29 persen, ruko 2,99 persen, dan sisanya gudang, area komersial, serta kantor.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: