Pantau Flash
Gawat! Sudah 51 Perkantoran di DKI Jakarta Tutup Akibat COVID-19
Antonio Banderas Umumkan Positif COVID-19 di Hari Ulang Tahunnya
Pemerintah Perpanjang Stimulus Keringanan Listrik hingga Akhir Tahun
Rusia Jadi Negara Pertama di Dunia yang Setujui Vaksin COVID-19
Menteri Budi: Masa Pandemi Ancam Kebangkrutan Industri Penerbangan

THR Ditunda Tanpa Ada Kesepakatan, Pekerja Dunkin' Donuts Berunjuk Rasa

THR Ditunda Tanpa Ada Kesepakatan, Pekerja Dunkin' Donuts Berunjuk Rasa Serikat Pekerja Demo di depan Dunkin' Donuts. (Foto: IST)

Pantau.com - PT Dunkindo Lestari sebagai pemegang lisensi waralaba donat Dunkin' Donuts, mengalami persoalan dugaan pelanggaran hubungan industrial dengan para pekerja. 

Serikat pekerja menuding upah dan tunjangan hari raya (THR) mereka sampai Jumat 22 Mei 2020 tidak juga dibayarkan oleh perusahaan dengan keputusan sepihak tanpa persetujuan pekerja.

Lantas hal ini memicu aksi turun ke jalan para pekerja di tengah pandemi COVID-19. Serikat Pekerja Dunkin' Donuts yang merupakan anggota Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK Indonesia), menggelar aksi unjuk rasa di kantor pusat Dunkin' Donuts di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat. 

Baca juga: Kemnaker: Ada 167 Aduan Perusahaan Tak Bayar THR

Aksi yang digelar tidak kurang dari 200 anggota, di saat pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ini, terpaksa dilakukan untuk menuntut pembayaran upah dan tunjangan hari raya (THR) yang tidak juga dibayarkan oleh perusahaan.

"Aksi ini terpaksa kami lakukan karena manajemen Dunkin' Donuts secara sepihak tidak membayarkan THR dan upah secara tepat waktu. Sementara para pekerja dan keluarganya sangat membutuhkan THR tersebut untuk menyambung hidup di masa PSBB akibat pandemi COVID-19," kata Sekretaris Jenderal ASPEK Indonesia Sabda Pranawa Djati dalam pernyataan resminya kepada awak media.

Ia bilang padahal lebaran tinggal beberapa hari lagi. Anak istri para pekerja berharap bisa mendapatkan THR sebelum lebaran. Namun, perusahaan tanpa empati justru secara sepihak menunda pembayaran THR dan upah pekerja.

Sementara itu, Ketua Serikat Pekerja Dunkin' Donuts, Adi Darmawan, mengaku kecewa atas keputusan sepihak perusahaan yang menunda pembayaran THR hingga akhir Desember 2020.

Jika manajemen Dunkin' Donuts mendasarkan keputusan pada SE Menaker tentang THR, seharusnya tidak bisa sepihak, tapi harus dilakukan berdasarkan kesepakatan bersama.

Ia bilang para pekerja selama ini sudah menunjukkan loyalitas kepada perusahaan. Menurut dia, keuntungan yang sudah didapat oleh Dunkin' Donuts selama bertahun-tahun harusnya dikeluarkan untuk membantu pekerja di tengah kesulitan pada masa pandemi.

"Apalagi THR dan upah adalah hak pekerja dan menjadi kewajiban perusahaan. Jangan ketika untung perusahaan diam saja, tapi ketika ada wabah Korona, hak pekerjanya justru yang lebih dulu dikurangi," tambah Adi.

Baca juga: Perusahaan Wajib Bayar THR Karyawan yang Dirumahkan

Adi mengklaim perusahaannya secara sepihak telah memotong upah pekerja sebesar 50 persen lebih. Ia meminta Direksi Dunkin' Donuts untuk mau duduk bersama dengan serikat pekerja guna mencari kesepakatan terbaik.

"Jika perusahaan transparan terkait dengan laporan keuangannya dan benar-benar rugi bertahun-tahun, tentunya para pekerja dapat diajak bermusyawarah untuk memahami kondisi ekonomi perusahaan saat ini yang terdampak COVID-19," katanya.

FYI, sesuai dengan ketentuan Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/6/HI.00.01/V/2020 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2020, bagi perusahaan yang tak mampu membayar THR bisa mencicil atau menunda sesuai dengan kesepakatan dengan pekerjanya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: