Pantau Flash
Tidak Gunakan Masker di Jabar Akan Dikenakan Denda Rp150.000
Doni Primanto Joewono Terpilih Jadi Deputi Gubernur BI
Kasus Positif COVID-19 Jadi 76.981, Nol Kasus Baru di Sembilan Provinsi
Kelly Preston Istri dari John Travolta Meninggal Dunia
Penyanyi Rap Lil Marlo Ditemukan Tewas dengan Luka Tembak

AS Akhiri Hubungan dengan WHO, Trump: Mereka Dikendalikan China

Headline
AS Akhiri Hubungan dengan WHO, Trump: Mereka Dikendalikan China Presiden AS Donald Trump. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Presiden Donald Trump mengumumkan Amerika Serikat akan mengakhiri hubungannya dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Trump bahkan mengatakan WHO gagal menghadapi virus korona karena dikendalikan penuh oleh China.

Trump mengungkapkan, para pejabat China telah mengabaikan kewajiban laporan mereka kepada WHO dan menekan organisasi PBB itu untuk menyesatkan dunia ketika virus pertama kali ditemukan.

"Mereka gagal melakukan reformasi yang diminta dan sangat dibutuhkan. Hari ini, kita akan memutuskan hubungan dengan Organisasi Kesehatan Dunia," ujar Trump kepada wartawan, Jumat, 29 Mei 2020, waktu setempat, dikutip dari Al Jazeera.

Trump bahkan mengatakan, AS telah menyumbang sekitar USD450 juta kepada WHO sementara China hanya sekitar USD40 juta. Ia juga menambahkan bahwa AS akan mengerahkan dana tersebut ke negara lain di seluruh dunia untuk mendapatkan kesehatan masyarakat global yang mendesak.

Baca juga: Benua Amerika Jadi Epicentrum Baru Pandemi COVID-19

Dalam surat kepada Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus sebelumnya bulan ini, Trump mengancam akan menghentikan aliran dana AS untuk WHO secara permanen dan mempertimbangkan kembali keanggotaan jika badan internasional itu tidak berkomitmen pada apa yang disebutnya "perbaikan substantif dalam 30 hari ke depan."

Sebelumnya pada pertengahan April lalu, Trump mengumumkan bahwa pemerintahannya akan menghentikan aliran dana AS ke WHO, langkah yang menuai kritik dan disebut banyak pakar sebagai usaha melemparkan kesalahan dan justru kontraproduktif dalam menangani krisis kesehatan masyarakat saat ini.

AS sejauh ini melaporkan lebih dari 1,7 juta kasus COVID-19 dengan 102.000 lebih kematian, seperti ditunjukkan dalam data Universitas Johns Hopkins. Kedua angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan yang tercatat di negara maupun kawasan lain di dunia.

Baca juga: Donald Trump Menilai Upaya WHO Tangani COVID-19 'Sangat Buruk'

Tim Pantau
Editor
Tatang Adhiwidharta
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: