Pantau Flash
PSBB di DKI Jakarta, Korlantas: Tak Ada Larangan Ojol Angkut Penumpang
Lockdown Wuhan Resmi Berakhir
Kabar Baik! Warga Jabodetabek Akan Terima Bantuan Pangan Selama PSBB
Ronaldinho Segera Dibebaskan dari Penjara Paraguay
Update Korona di Ibu Kota: 1.443 Kasus, 141 Meninggal, dan 69 Sembuh

Inggris Akhirnya Lockdown Lawan Pandemi Korona

Headline
Inggris Akhirnya Lockdown Lawan Pandemi Korona Perdana Menteri Boris Johnson telah mengumumkan lockdown tiga minggu ketika Inggris berjuang untuk menahan virus korona (Foto: Ian Vogler via Reuters)

Pantau.com - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson telah menitahkan setiap warga untuk tetap dirumah dalam upaya pencegahan penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Selain itu, semua toko juga diharuskan untuk tutup dan mereka yang melanggar akan menghadapi denda.

"Dari malam ini, saya harus memberikan instruksi sederhana kepada orang-orang Inggris: Anda harus tinggal di rumah," ujar Johnson pada Senin (23/3) dalam siaran langsung di televisi, dilansir dari Al Jazerra, Selasa (24/3/2020).

Negara di bawah pimpinan Ratu Elizabeth II itu tercatat hampir 70.000 orang telah terinfeksi COVID-19 di antara 66 juta. Ketika angka kematian di negara itu melonjak menjadi 335, Johnson mengatakan, penduduk hanya akan diizinkan meninggalkan rumah untuk berolahraga, belanja kebutuhan dasar, memenuhi kebutuhan medis, menyediakan perawatan untuk orang lain, atau melakukan perjalanan ke dan dari tempat kerja di mana benar-benar penting.

Baca juga: Malaysia Kerahkan 50 Ribu Tentara untuk Halau Warga yang Tak Patuh Lockdown

"Itu saja -ini adalah satu-satunya alasan Anda harus meninggalkan rumah Anda," kata Johnson, menambahkan bahwa orang tidak boleh bertemu teman atau anggota keluarga yang tidak tinggal di rumah mereka.

"Jika Anda tidak mengikuti aturan, polisi akan memiliki kekuatan untuk menegakkannya, termasuk melalui denda dan membubarkan pertemuan," katanya memperingatkan.

Langkah-langkah baru akan ditinjau dalam tiga minggu. Pemerintah akan menutup semua toko yang menjual barang-barang yang tidak penting, kata Johnson, termasuk toko pakaian, serta tempat-tempat lain termasuk perpustakaan, taman bermain dan gym terbuka, dan tempat-tempat ibadah.

Baca juga: Bukan Social Distancing, WHO Anjurkan Frasa Physical Distancing

Di bawah langkah-langkah baru, pemerintah akan menghentikan semua pertemuan lebih dari dua orang di depan umum yang tidak tinggal bersama, dan menghentikan semua acara sosial, termasuk pernikahan dan pembaptisan tetapi bukan pemakaman. Taman akan tetap terbuka untuk berolahraga tetapi pertemuan akan dibubarkan, kata Johnson.

"Tanpa upaya nasional yang besar untuk menghentikan pertumbuhan virus ini, akan tiba saatnya ketika tidak ada layanan kesehatan di dunia yang mungkin dapat mengatasi; karena tidak akan ada cukup ventilator, tempat tidur perawatan intensif yang cukup untuk dokter dan perawat," Kata Johnson dalam pidatonya.

Pemerintah pada hari Senin (23/3) juga mendesak semua warga Inggris yang bepergian ke luar negeri untuk pulang. Namun, ini tidak akan mungkin karena beberapa negara telah menutup perbatasan mereka.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: