Pantau Flash
6 Direktur Barcelona Mundur Imbas Konflik Internal
Gunung Merapi Kembali Erupsi, Tinggi Kolom Mencapai 3.000 Meter
Kasus Positif Korona Jakarta Capai 1.719: 155 Meninggal dan 82 Sembuh
Derby della Madoninna Pindah ke Lapangan Virtual
Bamsoet Minta Masyarakat Kerja Sama dengan Pemerintah Guna Atasi Korona

Rambut Gimbal Gegerkan Mozambik, Rastafaranisme Kian Merebak

Rambut Gimbal Gegerkan Mozambik, Rastafaranisme Kian Merebak Ilustrasi rambut gimbal. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Cadino Chipanga 20 tahun lalu memutuskan untuk melakukan sesuatu yang dianggap tabu di Mozambik. Yakni, seorang pria penata rambut yang melayani perempuan. Ia juga memutuskan untuk menggarap rambut gimbal, gaya yang tidak dapat diterima di beberapa masyarakat Afrika.

Saat ini usianya telah mencapai 38 tahun, Chipanga pun mengaku tidak menyesal. Dia memiliki Carapinha, bisnis kecil yang mengelola tiga salon di Maputo dan berbagai produk perawatan rambut.

"Idenya adalah menciptakan salon yang fokusnya untuk merawat rambut alami pada saat tiada lagi orang peduli. Orang-orang menggunakan lebih banyak bahan kimia dan rambut palsu," kata Chipanga di tempatnya membuat produk perawatan rambut, yang terletak di pinggiran kota.

Baca juga: AS Sebut Sudah Waktunya China Taruh Kekayaannya dengan Perjanjian Nuklir

"Misi kami adalah mengembalikan kecintaan pada rambut Afro. Karena itu saya memulai usaha ini," ia melanjutkan.

Chipanga membuat produk perawatan rambut, termasuk sampo, dari tumbuhan yang disebut Nlhelho atau "duri iblis", yang digunakan oleh ibu dan neneknya. Master rambut, demikian Chipanga dikenal, juga menggunakan bunga matahari dan kelapa sebagai bahan produknya.

Meskipun Chipanga bukan anggota Rastafarian, rambut gimbal di Afrika seringkali dikaitkan dengan Rastafarianisme dan sebagian besar masyarakat lambat merangkul budaya tersebut.

Di beberapa negara, anak-anak Rastafarian dipulangkan dari sekolah karena rambut gimbalnya. "Pada masa lalu ketika kita melihat seseorang dengan rambut gimbal kami pikir itu aneh dan menyimpang... pola pikir kami telah berubah, karena itu kami bisa menerima rambut gimbal sekarang," ujar Felicidade Langa, seorang pelanggan di salah satu salon Chipanga.

Baca juga: Kematian Akibat Korona di China Capai Angka 1.770 Jiwa

"Saya memulai gaya rambut ini karena salah satu salon Carapinha ada di lingkungan tempat tinggal saya. Saya pikir lingkungan lain di sekitar juga ingin memiliki salon Rastafarian yang khas, jadi jika dia terus membuka salon di tempat lain itu akan baik," kata Langa.

Chipanga bertaruh untuk itu. "Butuh beberapa waktu, tetapi saat ini ada lebih banyak orang yang mencintai rambut alami mereka dan semuanya berjalan lancar," katanya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: