Pantau Flash
Selamat! 167.653 Peserta Lolos SBMPTN 2020
Kasus Harian Positif di RI Bertambah 2.307 per 14 Agustus 2020
Lampu Lalu Lintas akan Menyala Merah di Peringatan Detik-detik Kemerdekaan
Pemerintah Anggarkan Rp356,5 Triliun Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional
Vaksin Korona Merah Putih Siap Digunakan pada 2022

1.649 Rumah Warga Hanyut Akibat Banjir di Lebak

Headline
1.649 Rumah Warga Hanyut Akibat Banjir di Lebak Sejumlah bangunan dan rumah warga hanyut dan rusak akibat banjir bandang di Desa Naguya, Lebak, Banten, Rabu (1/1/2020). (ANTARA FOTO/MUHAMMAD BAGUS KHOIRUNAS)

Pantau.com - Banjir bandang yang melanda enam wilayah kecamatan di Kabupaten Lebak pada 1 Januari 2020 menghanyutkan setidaknya 1.649 rumah warga yang berada di tepi aliran sungai. Data itu tercatat menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

"Semua rumah warga yang hanyut itu lokasinya berada di tepi aliran sungai," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak Kaprawi di Lebak, Rabu (15/1/2020).

Baca juga: Kemensos Salurkan Rp9,5 Miliar untuk Bantuan Penanganan Banjir Jabodetabek

Banjir bandang akibat luapan air Sungai Ciberang melanda wilayah Kecamatan Lebak Gedong, Cipanas, Sajira, Maja, Curugbitung, dan Cimarga di Kabupaten Lebak pada 1 Januari.

Selain menyebabkan 1.649 rumah hanyut, menurut data terkini dampak banjir bandang dan tanah longsor BPBD Lebak, bencana itu juga mengakibatkan 1.110 rumah rusak berat, 230 rumah rusak sedang, dan 309 rumah rusak ringan.

Banjir juga menyebabkan kerusakan tiga kantor desa, satu kantor kecamatan, lima jaringan irigasi, 27 jembatan, 890,5 hektare sawah, 7,5 hektare lahan hortikultura, dan 10,3 hektare lahan perikanan.

Menurut data BPBD, banjir tersebut menyebabkan sembilan orang meninggal dunia, dua orang hilang, satu orang luka berat, dan 66 orang luka ringan serta memaksa warga banyak mengungsi.

Sebanyak 1.392 keluarga, menurut data BPBD Lebak, saat ini masih tinggal di Posko Pengungsian Dodiklatpur dan PGRI Kecamatan Sajira.

Baca juga: Demi Atasi Banjir, Komisi VIII Minta Kawasan Puncak Jadi Daerah Resapan Air

Pemerintah Kabupaten Lebak sudah memperpanjang masa tanggap darurat bencana agar bisa memberikan pelayanan optimal kepada korban bencana.

"Kami tetap mengoptimalkan pelayanan dasar dengan memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, pelayanan kesehatan, juga pemberian logistik," tandasnya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta