Pantau Flash
Kemenparekraf Peringkat Pertama Anugerah KIP Kategori Menuju Informatif
Mentan SYL Resmikan Penggilingan Padi dan Salurkan Bantuan di Bulukumba
COVID-19 RI Pecah Rekor Lagi! Kasus Positif Naik 6.267 dengan Total 534.266
Polisi Bakal Panggil Pihak RS Ummi Diduga Halangi Satgas Soal Swab HRS
Survei SMRC: Mayoritas Publik Tak Mau Tunda Pilkada 2020

182 Pendemo di Surabaya yang Ditahan di Swab Test, Hasilnya...

182 Pendemo di Surabaya yang Ditahan di Swab Test, Hasilnya... Demonstran yang tergabung dalam Gerakan Tolak Omnibus Law (GETOL) membentangkan poster saat berunjuk rasa di depan Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Selasa (20/10/2020). (Foto: Antara/Moch Asim)

Pantau.com - Pemeriksaan untuk mendeteksi penularan virus korona telah dilakukan pada para demonstran yang diamankan dalam aksi untuk menentang Undang-Undang Cipta Kerja di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Selasa, 20 Oktober 2020.

"Mereka didata serta dilakukan tes usap dan hasilnya semua negatif COVID-19. Setelah kami data, mereka dipulangkan," kata Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko di Surabaya, Rabu (21/10/2020). "Kemarin data awal 169 orang, kemudian bertambah 13 orang," tambahnya mengenai jumlah demonstran yang diamankan polisi.

M​​​​​​antan Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat itu mengatakan bahwa polisi sempat memeriksa satu orang demonstran yang kedapatan botol pecah berbau minyak tanah yang dibungkus dengan plastik. "Setelah dilakukan pendataan, mereka dipulangkan," katanya.

Baca juga: 3 Admin Grup STM Penghasut Demo Terancam 10 Tahun Penjara

Unjuk rasa di Surabaya waktu itu, dimulai pukul 16.00 WIB. Dalam aksi itu, para demonstran menyampaikan aspirasi dengan mengusung poster dan berorasi dan membubarkan diri dengan tertib pada pukul 18.00 WIB.

Truno mengatakan bahwa polisi mengamankan pengunjuk rasa guna mencegah kemungkinan terjadi aksi susulan berujung kericuhan sebagaimana yang terjadi dalam demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi pada 8 Oktober 2020.

Rentetan aksi demonstrasi menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja di sejumlah wilayah di Indonesia telah berlangsung sejak 6 Oktober bersamaan dengan aksi mogok nasional buruh. 

Baca juga: Satgas: Klaster COVID-19 Demo akan Terlihat 2-4 Minggu ke Depan

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: