
Pantau - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengingatkan masyarakat agar tidak menyalahkan seseorang hanya berdasarkan potongan ceramah menyusul polemik pernyataannya mengenai zakat yang sempat viral di media sosial.
Pesan tersebut disampaikan saat ceramah Subuh di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya pada Sabtu yang dihadiri sekitar 1.000 jamaah.
Ia mengatakan, "Jangan salahkan orang dari potongan ceramah, barangkali kita belum sampai kepada apa yang dimaksud penceramah itu. Itu seperti seorang sufi Al-Hallaj (858-922 M) yang dieksekusi mati, karena dianggap sesat, tapi darah yang mengalir dari tubuhnya akhirnya membentuk la ilaha illallah untuk penunjuk bahwa dia benar".
Nasaruddin menjelaskan potongan pernyataannya yang viral mengenai zakat 2,5 persen tidak berarti dirinya menganggap zakat tidak wajib.
Ia menegaskan pemberdayaan umat tidak cukup hanya mengandalkan zakat, tetapi perlu mengoptimalkan sumber dana sosial keagamaan lainnya.
Ia mengatakan, "Namun, pemberdayaan umat itu tidak cukup hanya dengan zakat, tapi ada wakaf, infak, sedekah, dan banyak pundi-pundi mal yang perlu dioptimalkan agar kemiskinan umat pun teratasi".
Dalam kesempatan tersebut ia mengajak pengelola Masjid Al-Akbar Surabaya menjadikan masjid sebagai contoh penguatan pemberdayaan ekonomi umat melalui optimalisasi dana sosial keagamaan.
Ia mencontohkan negara seperti Qatar, Kuwait, dan Uni Emirat Arab yang mampu menghimpun dana sosial keagamaan dalam jumlah besar melalui kementerian wakaf.
Ia mengatakan, "Mari kita jadikan Masjid Al-Akbar ini sebagai contoh dalam ikhtiar optimalisasi dana sosial keagamaan untuk pemberdayaan jamaah. Di Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab melalui Kementerian Wakaf pun mampu menghimpun dana sosial keagamaan hingga 25-40 persen untuk pemberdayaan masyarakat agar lebih produktif dan berkelanjutan secara sosial dan ekonomi".
Menteri Agama juga mengajak jamaah menjadikan bulan Ramadhan sebagai momentum meningkatkan martabat beragama melalui penguatan keimanan, kesabaran, rasa syukur, dan amal saleh.
Ia mengatakan, "Segala sesuatu itu diciptakan dengan martabat, ada martabat di bawah, ada martabat di atas. Manusia juga awalnya dari langit, lalu turun atau jatuh ke bumi, nantinya naik ke langit lagi".
Pada awal ceramahnya ia mengajak jamaah membaca Surah Al-Fatihah untuk mendoakan almarhum Try Sutrisno yang disebut sebagai salah satu tokoh pendiri Masjid Al-Akbar Surabaya dan wafat pada 2 Maret 2026.
Dalam kesempatan tersebut Menteri Agama juga menyerahkan bantuan sosial keagamaan sebesar Rp100 juta kepada Badan Pelaksana Pengelola Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







