Pantau Flash
Kemenparekraf Peringkat Pertama Anugerah KIP Kategori Menuju Informatif
Mentan SYL Resmikan Penggilingan Padi dan Salurkan Bantuan di Bulukumba
COVID-19 RI Pecah Rekor Lagi! Kasus Positif Naik 6.267 dengan Total 534.266
Polisi Bakal Panggil Pihak RS Ummi Diduga Halangi Satgas Soal Swab HRS
Survei SMRC: Mayoritas Publik Tak Mau Tunda Pilkada 2020

Akademisi: Pemerintah Harus Lihat Psikologi, Habib Rizieq Itu Fakta Politik

Akademisi: Pemerintah Harus Lihat Psikologi, Habib Rizieq Itu Fakta Politik Habib Rizieq Shihab (Foto: Reuters)

Pantau.com - Tanda-tanda kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab belum terjawab pasti. Namun, pernyataan Habib Rizieq akan pulang untuk pimpin revolusi cukup memantik reaksi dari pemerintah.

Pertama, ketika Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel mengungkapkan bahwa Rizieq Shihab belum bisa keluar dari Arab Saudi. Dikatakan, dalam sistem portal imigrasi Kerajaan Arab Saudi nama Rizieq Shiba masih “blinking merah” dengan tulisan ta’syirat mutanahiyah (visa habis).

Sedangkan menurut pernyataan FPI, seluruh persoalan imigrasi Habib Rizieq di Arab Saudi sudah selesai dan bisa segera pulang ke Tanah Air. 

Baca juga: Celetukan Budayawan Betawi Ridwan Saidi Soal Drama Kepulangan Habib Rizieq

Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Rocky Gerung turut berkomentar terkait polemik tersebut. Melalui sebuah video yang diunggah channel YouTube Rocky Gerung Official, ia menilai kepulangan Rizieq sudah sangat dinantikan. 

Menurutnya, semakin Habib Rizieq ditahan, maka akan semakin besar keinginan masyarakat Indonesia yang menjadi pendukungnya untuk menantikan kedatangan Habib Rizieq.

"Dalam psikologi politik, Habib Rizieq itu semakin diumpetin semakin glorifikasi berlangsung, itu natural sekali. Semakin habib rizieq disingkirkan, semakin banyak orang menumpuk energi untuk membawa dia pulang," kata Rocky, seperti dikutip Pantau.com, Kamis (22/10/2020).

Pria asal Manado yang kerap melontarkan kritikan kepada Pemerintahan Jokowi itu menegaskan, fakta yang harus diketahui tentang Habib Rizieq adalah bagaimana ia bisa mengelola semangat bagi para pendukungnya.

"Habib Rizieq punya pengikut, dan pengikutnya banyak, jadi Habib Rizieq adalah fakta politik. Bukan sekadar subjek yang kontroversial, tap dia sudah berubah menjadi fakta politik,"

"Sekarang kekuasaan musti membaca itu, saat indonesia mengalami turbulensi. Kegugupan istana soal menghadapi berita kepulangan Rizieq. Seperti Pak Mahfud MD, bicaranya terlihat bagaimana ketidakmampuan mengolah isu ini akan menempel dan bersilang dengan keadaaan negeri ini, papar pria berusia 60 tahun itu.

Baca juga: PA 212 Sebut Tajuk 'Rizieq Pimpin Revolusi' Bikin Istana 'Goyang-goyang'

Untuk diketahui, Habib Rizieq pergi ke Arab Saudi sejak 26 April 2017. Saat itu, mulanya Rizieq ke pergi ke Arab Saudi untuk ibadah umrah. Pada saat yang sama, pihak kepolisian akan memeriksa Rizieq terkait kasus 'baladacintarizieq' namun pada Juni 2018, polisi menghentikan penyidikan kasus ini. Namun, Rizieq tak kunjung pulang ke Indonesia.

Rizieq mengaku tidak bisa pulang ke Indonesia karena sejumlah alasan, pertama terkait masalah izin tinggal di Arab Saudi. Dubes RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel mengatakan, Rizieq tak bisa pulang karena tinggal di suatu tempat lebih lama dari masa yang diizinkan overstay.

Namun, faktor overstay ini ditanggapi oleh pengacara Habib Rizieq bukan kesalahan Rizieq, karena habisnya visa Rizieq pada 20 Juli 2018 dan sebelum tanggal 20 Juli 2018, Rizieq sudah mencoba untuk keluar dari Saudi supaya visanya masih bisa berlaku.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: