Pantau Flash
Kemenparekraf Peringkat Pertama Anugerah KIP Kategori Menuju Informatif
Mentan SYL Resmikan Penggilingan Padi dan Salurkan Bantuan di Bulukumba
COVID-19 RI Pecah Rekor Lagi! Kasus Positif Naik 6.267 dengan Total 534.266
Polisi Bakal Panggil Pihak RS Ummi Diduga Halangi Satgas Soal Swab HRS
Survei SMRC: Mayoritas Publik Tak Mau Tunda Pilkada 2020

Celetukan Budayawan Betawi Ridwan Saidi Soal Drama Kepulangan Habib Rizieq

Celetukan Budayawan Betawi Ridwan Saidi Soal Drama Kepulangan Habib Rizieq Habib Rizieq Shihab. (Foto: Antara)

Pantau.com - Budayan Betawi Ridwan Saidi mengomentari bagaiman polemik kepulangan pentolan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab dari Arab Saudi.

Bahkan ia meyakini, Habib Rizieq bakal kembali ke Indonesia, ketika menjawab pertanyaan Refly Harun dalam sebuah video yang diunggah channel YouTube Refly Harun, yang dikutip Pantau.com, Selasa (20/10/2020).

"Kira-kira Be (Ridwan Saidi), Habib Rizieq bakal pulang (ke Indonesia) apa nggak?" tanya Refly. "Pulang. Habib Rizieq masih punya dokumen, ada pasport, ada segala macam Layaknya seorang pemain lapangan, dia akan pulang di masa injury time. Mencetak gol sendiri atau memberikan peluang kepada rekan yang lain," timpal lulusan Ilmu Politik Universitas Indonesia itu dengan tertawanya yang khas.

Ia mengatakan, secara demokrasi, sosok Rizieq, berhak untuk pulang ke kampung halamannya, Indonesia. Karena dia adalah warga negara Indonesia (WNI). "Dia punya hak sebagai warga Indonesia untuk pulang ke kampung halamannya. 

Baca juga: PA 212 Sebut Tajuk 'Rizieq Pimpin Revolusi' Bikin Istana 'Goyang-goyang'

Kemudian, mantan Komisaris Utama Pelindo I itu menanyakan apa sebenarnya ketakutan yang ada di Indonesia akan kepulangan Rizieq? Ridwan Saidi lantas mengungkapkan fakta bagaimana seorang Rizieq adalah motor yang bisa menggerakkan massa.

"Kemampuan dia mengerahkan massa, bagaimanapun juga waktu pertarungan Anies menang lawan Ahok, itu kan dari udara hitungan Google membenarkan massa 7 juta. Itu kemampuan, kharisma Habib Rizieq," kata pria berusia 78 tahun itu.

Rizieq, sambung mantan anggota DPR RI dari PPP itu, menilai kepulangannya akan dinanti oleh jutaan umat. Kemudian, melambungnya nama Rizieq di Tanah Air tak lepas dari kritikan pedas dari pihak lain.

"Bandara (Soetta) itu mungkin akan jutaan orang yang ada. Ke mana-mana orang tahu, Habib Rizieq, habib Rizieq. Itu orang tahu. Di Indonesia itu, kalau orang dizalimi namanya naik.  Habib Rizieq sudah mengalami macam-macam," pungkasnya.

Baca juga: Keterangan Lengkap DPP FPI Soal Kepulangan Habib Rizieq Shihab ke Tanah Air

Untuk diketahui, Habib Rizieq pergi ke Arab Saudi sejak 26 April 2017. Saat itu, mulanya Rizieq ke pergi ke Arab Saudi untuk ibadah umrah. Pada saat yang sama, pihak kepolisian akan memeriksa Rizieq terkait kasus 'baladacintarizieq' namun pada Juni 2018, polisi menghentikan penyidikan kasus ini. Namun, Rizieq tak kunjung pulang ke Indonesia.

Rizieq mengaku tidak bisa pulang ke Indonesia karena sejumlah alasan, pertama terkait masalah izin tinggal di Arab Saudi. Dubes RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel mengatakan, Rizieq tak bisa pulang karena tinggal di suatu tempat lebih lama dari masa yang diizinkan overstay.

Namun, faktor overstay ini ditanggapi oleh pengacara Habib Rizieq bukan kesalahan Rizieq, karena habisnya visa Rizieq pada 20 Juli 2018 dan sebelum tanggal 20 Juli 2018, Rizieq sudah mencoba untuk keluar dari Saudi supaya visanya masih bisa berlaku.

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD kembali menegaskan, pemerintah Indonesia tidak melakukan pencekalan kepada Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab yang masih berada di Jeddah, Arab Saudi untuk kembali ke Tanah Air. "Tentang kepulangan Habib Rizieq, kami tadi berdiskusi mengecek ke semua lini, jalur-jalur yang kami miliki, jalur Menteri Agama, jalur Mendagri jalur Menko Polhukam, itu ternyata memang tidak ada sama sekali pencekalan yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia," kata Mahfud MD saat jumpa pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta