Pantau Flash
Apple Dikabarkan Tunda Peluncuran iPhone 9 Akibat Virus Korona
Komisioner KPAI Sitti Himawatty Minta Maaf Soal Hamil di Kolam Renang
Survei Indo Barometer: Prabowo Diunggulkan Jadi Capres 2024, Anies Kedua
Lagi, RSHS Bandung Tangani Pasien Suspect Virus Korona
WHO: Dunia Harus Bertindak Cepat Cegah Virus Korona

Deteksi Virus Korona di Jakarta? Laporkan ke 081388376955

Deteksi Virus Korona di Jakarta? Laporkan ke 081388376955 Seorang wanita menggunakan masker saat keluar dari Gedung BRI 2, Jakarta, Kamis (23/1/2020). (Foto: Antara/Reno Esnir)

Pantau.com - Dinas Kesehatan DKI Jakarta membuka sambungan telepon (hotline) 24 jam di nomor 081388376955 bagi tenaga kesehatan maupun masyarakat yang ingin melaporkan dugaan kasus virus korona yang menyebabkan wabah pneumonia.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan nomor tersebut juga dapat diakses masyarakat untuk mengetahui informasi lebih lanjut soal virus korona mengingat itu adalah jenis baru yang mungkin banyak masyarakat belum paham mengenai gejala, risiko, penularan dan pencegahannya.

"Kami siap memberikan jawaban-jawaban terkait itu. Silakan saja kalau ada masyarakat yang mungkin belum jelas bagaimana gejala, faktor risiko dan pencegahannya silakan untuk bertanya," ucap Widyastuti, Senin (27/1/2020).

Baca juga: RSHS Belum Pastikan Dua Pasien Rujukan Terpapar Virus Korona

Widyastuti mengatakan, untuk kondisi gawat darurat, masyarakat dan tenaga kesehatan juga dapat langsung menghubungi 112.

"Jalur lain yang bisa diakses juga, yaitu 119 yang memang menjadi tempat AGD kami. Nanti kalau ada hal-hal yang lebih mendalam bisa disalurkan kepada bidang terkait," kata Widyastuti.

Seluruh Puskesmas di DKI Jakarta siap memberikan layanan. Jika ada warga dengan gejala awal terjangkit virus corona seperti demam, batuk, pilek dan lainnya.

Baca juga: Hindari Virus Korona, Pekerja Kereta Cepat Wajib Di-Screening

Kemudian dilakukan anamnesis untuk mengetahui riwayat penyakit atau perjalanan sebelumnya ke daerah terdampak terutama di Wuhan, China.

"Kalau memang iya tentu akan dilakukan langkah-langkah selanjutnya. Tidak perlu panik karena memang tidak semua gejala demam batuk itu ke arah itu, tentu akan ditanyakan riwayat perjalanan," tutur Widyastuti.

Virus corona jenis baru (2019-nCoV) diketahui menjadi wabah pneumonia berat yang kini menjangkiti ke seluruh dunia. Di China, tempat wabah pertama kali merebak, jumlah korban tewas telah mencapai 80 orang hingga Senin pagi waktu setempat.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Nasional

Berita Terkait: