Pantau Flash
Tim SAR Kerahkan 4 Helikopter ke Paniai Evakuasi Heli PT NUH
Total Kasus Positif di Lingkungan KPK Mencapai 115 Orang
Pesawat Dabi Air Ditembaki di Bandara Bilogai Papua oleh KKB
Belum Bayar Utang ke Negara, Bambang Trihatmodjo Dicegah ke Luar Negeri
Ketua KPU RI Arief Budiman Positif COVID-19

Dua Pejabat Polri Jadi Tersangka Kasus Surat Jalan Djoko Tjandra

Dua Pejabat Polri Jadi Tersangka Kasus Surat Jalan Djoko Tjandra Terpidana kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra (tengah). (Foto: Antara/M Risyal Hidayat)

Pantau.com - Bareskrim Polri telah menetapkan tersangka baru pejabat Polri dalam kasus surat jalan palsu serta penghapusan red notice kepada Djoko Tjandra.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yowono menuturkan eks Kadiv Hubinter Irjen Pol Napoleon Bonaparte dan Brigjen Pol Prasetijo Utomo sebagai tersangka karena menerima gratifikasi dari buronan 11 tahun itu.

"Kita tetapkan tersangka adalah saudara PU (Brigjen Prasetijo Utomo) dan saudara NB (Napoleon Bonaparte)," kata Argo saat jumpa pers di Bareskrim Polri, Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (14/8/2020).

Baca juga: Kejaksaan Agung Tetapkan Jaksa Pinangki Tersangka Kasus Djoko Tjandra

Argo memaparkan sebagai penerima gratifikasi, keduanya kenakan Pasal 5 ayat 2, Pasal 11 dan Pasal 12 huruf a dan b UU 20 Tahun 2020 Tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Juncto Pasal 55 KUHP.

Sementara itu, Argo juga mengemukakan penyidik juga telah menetapkan dua orang tersangka selaku pihak pemberi. Keduanya yakni Djoko Tjandra dan TS.

Baca juga: Mahfud MD Sebut Djoko Tjandra Gunakan Uang Beli Loyalitas Pejabat Hukum

Sementara itu, terpidana kasus korupsi Bank Bali Djoko Tjandra saat ini menjalani isolasi mandiri selama 14 hari sesuai dengan protokol kesehatan penanganan COVID-19 setelah dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Salemba, Jakarta Pusat.

"Saat ini, Djoko Tjandra melaksanakan isolasi mandiri selama 14 hari sesuai dengan protokol kesehatan penanganan COVID-19 sekaligus menjalankan masa pengenalan lingkungan (mapenaling) di sel isolasi," kata Kabag Humas dan Protokol Ditjen Pemasyarakatan KemenkumHAM Rika Aprianti dalam keterangannya di Jakarta.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: