Pantau Flash
KSP: Pemerintah Berhati-hati dan Tetap Waspada Memasuki Era New Normal
Meutya Hafid: Kepemimpinan Penerapan New Normal Tetap di Pemerintah Sipil
KPU dan Kemendagri Sedang Siapkan Protokol Kesehatan Tahapan Pilkada 2020
Sisa Laga Kualifikasi PD 2022 Zona Asia Akan Dilanjutkan Oktober-November
Studi: Vitamin K dalam Bayam, Telur, dan Keju Bantu Cegah COVID-19

Efektivitas Penindakan Hukum PSBB Jakarta Berlaku Mulai Senin 13 April

Efektivitas Penindakan Hukum PSBB Jakarta Berlaku Mulai Senin 13 April Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Polisi Sambodo Purnomo Yogo saat meninjau 'check point' di PSBB di Pasar Jumat, Jakarta Selatan, Jumat (10/4/2020). (Foto: Antara/HO Polda Metro Jaya)

Pantau.com - Polda Metro Jaya secara efektif akan menindak secara tegas masyarakat yang melanggar ketentuan dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai Senin 13 April 2020.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Polisi Sambodo Purnomo Yuga saat meninjau "check point" PSBB di Pasar Jumat, Jakarta Selatan, Jumat, mengatakan, saat ini pihaknya memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memahami Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 33 Tahun 2020 tentang PSBB yang baru diterbitkan Kamis 9 April 2020 malam sekitar pukul 23.00 WIB.

"Jadi kita juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk bisa memahami lebih mendalam," kata Sambodo.

Baca juga: Jakarta Sudah, Giliran Depok Siap Terapkan PSBB

Menurut dia, upaya ini dilakukan sekaligus sebagai sosialisasi terhadap pergub tersebut. Jika dalam hitungan satu hingga dua hari ke depan sosialisasi tersebut berjalan dengan baik maka penindakan dapat dilakukan.

"Mudah-mudahan satu dua hari ke depan sosialisasi sudah berjalan dengan baik, sehingga kemudian hari Senin kita sudah mulai lebih tegas lagi dalam hal penindakan terhadap warga yang masih belum sesuai dengan ketentuan PSBB ini," kata Sambodo.

Sambodo menjelaskan, aturan dalam PSBB tersebut mengatur di antaranya pembatasan jumlah penumpang dalam kendaraan pribadi dan pembatasan penumpang angkutan umum hanya 50 persen. Kemudian jarak antara penumpang juga harus mengacu "physical distancing".

Pengendara kendaraan pribadi seperti mobil walau hanya berdua orang tetap harus menerapkan pembatasan fisik. Penumpang harus duduk di belakang, sedangkan pengemudi tetap di depan sendirian. "Kemudian juga kewajiban menggunakan masker dan sarung tangan bagi pengendara sepeda motor," kata Sambodo.

Untuk memudahkan pemantauan dan pengawasan penerapan PSBB, Dit​​​​lantas Polda Metro Jaya membangun 33 titik pemeriksaan atau "check point" di seluruh wilayah DKI Jakarta Selatan.

Baca juga: Ingat! Ojol Dilarang Bawa Penumpang Selama PSBB di Jakarta

Titik pemeriksaan tersebut dibangun di pintu-pintu masuk DKI Jakarta seperti stasiun kereta api, terminal dan gerbang-gerbang tol. "Intinya adalah untuk memastikan warga DKI Jakarta mematuhi aturan-aturan di dalam PSBB tersebut," kata Sambodo.

Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 30 Tahun 2020 sebagai acuan penegakan hukum PSBB. Salah satu hal yang dibahas adalah tentang sanksi bagi pelanggar PSBB mulai dari pidana ringan, pidana kurungan, hingga denda mencapai Rp100 juta.

Aturan PSBB mulai berlaku pada Jumat (10/4) hingga Kamis (23/4) dan diharapkan dapat ditaati oleh seluruh masyarakat yang tinggal di Provinsi DKI Jakarta. Adapun yang dibatasi selama PSBB adalah sekolah dan tempat kerja diliburkan kecuali delapan sektor dan semua tempat ibadah ditutup. ​​​​​​​Semua fasilitas umum pemerintah dan swasta ditutup. Sedangkan transportasi umum dibatasi jam operasional dari jam 06.00 sampai 18.00 WIB termasuk jumlah penumpang per moda.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: