Pantau Flash
Hak Asimilasi Napi yang Berulah Usai Dibebaskan Bakal Dicabut
Italia Berencana Perpanjang Lockdown hingga 3 Mei
FIFPro Ingatkan Ancaman Kesehatan Mental Pesepak Bola
3 BUMN Patungan Sediakan 80 Ribu APD untuk Rumah Sakit
Dari 256 Pasien Korona di Jatim, 63 di Antaranya Berhasil Sembuh

Jakpro Mulai Cetak 1.500 Pembatas Jalan untuk Formula E Jakarta

Jakpro Mulai Cetak 1.500 Pembatas Jalan untuk Formula E Jakarta Rute resmi Formula E. (Foto: Antara/HO/Penyelenggara Formula E)

Pantau.com - PT Jakarta Propertindo (Jakpro) yang ditunjuk oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai penanggung jawab Formula E di Monas akan mencetak 1.500 pembatas jalan (barrier) untuk keperluan ajang balap mobil listrik itu.

"Sampai Selasa (18/2), total barrier yang sudah tercetak 121 buah, dalam sehari target pencetakan 40 buah. Total pembuatan 1.500 barrier," kata Corporate Secretary PT Jakarta Propertindo Hani Sumarno saat dihubungi, Jumat (21//2/2020).

Baca juga: Mega Kritik Formula E, Sekda: Agar Indonesia Terkenal di Dunia dan Akhirat

Hani mengatakan, pengerjaan ​​​​barrier itu dilakukan di luar kawasan Jakarta  tepatnya di kawasan Purwakarta, Jawa Barat.

Senelumnya, Direktur Utama PT Jakarta Propertindo Dwi Wahyu Darwoto dalam media briefing "Jakarta E-Prix 2020", Jumat (14/2) mengatakan pencetakan barrier itu tidaklah mudah.

Dibutuhkan waktu selama tiga minggu untuk mengirim alat-alat pencetak barrier yang didatangkan dari Hongkong.

"Sekarang dikerjakan dan benar-benar diawasi oleh FEO (Formula E Organization)," kata Dwi menjelaskan infrastruktur yang dipersiapkan untuk formula E.

Baca juga: Ditanya Soal Formula E dan Revitalisasi TIM, Anies: Kita TikTok Dulu Aja

Barrier-barrier itu nantinya menjadi properti milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Selain barrier, pengaspalan juga akan dilakukan oleh Jakpro yang direncanakan dimulai pada Maret 2020.

Hingga saat ini Formula E dipastikan akan berlangsung di kawasan Medan Merdeka Selatan termasuk kawasan Monumen Nasional (Monas).

Perhelatan balap mobil ramah lingkungan itu diperkirakan akan mendongkrak pendapatan ekonomi sebesar Rp 500-600 miliar dalam sekali penyelenggaraan.

 

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: