Pantau Flash
Baleg DPR Agendakan Raker dengan Pemerintah Sebelum Bahas RUU Ciptaker
PSBB DKI Jakarta Berlaku Mulai Jumat 10 April 2020
Laboratorium Rapid Test PCR Korona RSPAD Gatot Soebroto Segera Beropersi
Pemerintah: 14.354 Spesimen Telah Diperiksa untuk Deteksi COVID-19
Menkeu: 11,9 Juta Nasabah KUR Dapat Penundaan Cicilan Pokok dan Bunga

Kapal Berkecepatan 40 Knot Disiagakan TNI di Pulau Sebaru Jaga WNI

Headline
Kapal Berkecepatan 40 Knot Disiagakan TNI di Pulau Sebaru Jaga WNI Proses evakuasi 188 WNI ABK kapal pesiar World Dream yang akan dibawa ke Pulau Sebaru. (Foto: Antara)

Pantau.com - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, mengatakan, kapal berkecepatan 40 knot disiagakan untuk pertolongan kedaruratan selama observasi 188 WNI ABK World Dream di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, Jakarta.

“Apabila ada kedaruratan kita siapkan transportasi, entah itu laut maupun udara. Kalau cuaca kurang bagus kita harus menggunakan kapal,” kata Panglima TNI saat meninjau fasilitas observasi bersama Kapolri Jenderal (Pol) Idham Azis dan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Siwi Sukma Aji di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Kamis 27 Februari 2020.

Baca juga: WNI Kru Diamond Princess Minta Pemerintah Jangan Beri Harapan Evakuasi

Ia mengatakan, kapal harus berkecepatan tinggi seperti KRI John Lie-358 yang digunakan untuk peninjauan ke Pulau Sebaru Kecil, yang memiliki kecepatan 40 knot untuk melakukan kegiatan pertolongan.

“Sesuai juga aturannya dari protokol kesehatan,” ungkapnya.

TNI juga mendatangkan KRI dengan Landing Platform Dock (LPD) yang bisa membawa helikopter. “Sehingga dari heli bisa terbang ke Jakarta,” kata Panglima TNI.

Sebelumnya ia mengatakan memang ada hal-hal yang perlu diperhatikan terutama terkait transportasi karena pulau yang menjadi lokasi observasi 188 WNI ABK World Dream cukup jauh dari Jakarta, sehingga perlu disiapkan baik transportasi laut maupun transportasi udara apabila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk mendukung kemungkinan kebutuhan terkait dengan logistik maupun obat-obatan.

Pulau itu, menurut dia, juga perlu diperkuat dengan alat komunikasi, perkuatan sinyal Base Transceiver Station (BTS) sehingga antara pulau dan “mainland” di Jakarta sana terhubung dengan baik, sewaktu-waktu bisa berkomunikasi.

“Mudah-mudahan menjelang Jumat, (28 Februari 2020) siang (188 WNI ABK World Dream) sudah tiba di sini,” ujar dia.

Panglima TNI bersama Kapolri Jenderal (Pol) Idham Azis dan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Siwi Sukma Aji, berserta jajaran sejumlah Kementerian/Lembaga terkait meninjau kesiapan fasilitas observasi kesehatan untuk COVID-19.

Baca juga: Kemenkes Kirim Tim Observasi WNI dari Kapal World Dream Siang Ini

Sebelumnya Ia mengatakan mess untuk tempat observasi 188 WNI ABK World Dream selama 14 hari sudah siap. Hanya fasilitas pendukung saja yang perlu disiapkan hingga Jumat pagi (28/2).

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Bagaskara Isdiansyah