Pantau Flash
Survei: Sejak Pandemi, Aktivitas Anak Main Game Komputer Berkurang
Bayi 50 Hari Asal Cirebon Positif Korona Usai Diajak Orangtua ke Hajatan
Update COVID-19 di Indonesia: Jumlah Positif 30.514, Pasien Sembuh 9.907
KSP: Pemerintah Berhati-hati dan Tetap Waspada Memasuki Era New Normal
Meutya Hafid: Kepemimpinan Penerapan New Normal Tetap di Pemerintah Sipil

Meski Isolasi Mandiri, Pasien Positif COVID-19 Dipantau Secara Online

Meski Isolasi Mandiri, Pasien Positif COVID-19 Dipantau Secara Online Warga beraktivitas di rumahnya di Kelurahan Mappala, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (25/3/2020). (Foto: Antara/Arnas Padda)

Pantau.com - Pemerintah menggandeng penyedia platform layanan medis online dalam pemantauan pasien positif COVID-19 yang melakukan isolasi secara mandiri.

Pasien positif COVID-19 yang menjalani isolasi secara mandiri diminta menggunakan platform layanan medis online untuk mendapatkan layanan seperti konsultasi kesehatan.

"Seluruh platform yang selama ini melakukan telemedik kita gabungkan untuk mulai membantu pasien yang melakukan isolasi mandiri," kata Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga dalam konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB di Jakarta, Jumat (27/3/2020).

Baca juga: Hasil Negatif Rapid Test Tak Jamin Bebas COVID-19

Ia menjelaskan, pasien positif COVID-19 yang kondisinya sehat, tidak mengalami gejala sakit, diharapkan melakukan isolasi mandiri. Selama menjalani isolasi mandiri di rumah, mereka akan mendapatkan bantuan medis lewat layanan telemedik, termasuk layanan konsultasi kesehatan online.

Apabila pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri kondisi kesehatannya menurun, penyedia platform layanan medis online akan memberi tahu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan rumah sakit untuk menjemput pasien tersebut dan membawanya ke rumah sakit rujukan.

Jika kondisinya sedang atau menunjukkan gejala tidak berat, pasien bisa dibawa ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet di Jakarta dan jika kondisinya parah maka pasien akan dibawa ke rumah sakit rujukan seperti Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr Sulianti Saroso.

Baca juga: Positif COVID-19 di RI Jadi 1.046 Orang, 87 Meninggal, dan 46 Sembuh

"Jadi yang benar-benar masuk ke rumah sakit rujukan adalah yang benar-benar dalam kondisi kritis. Tapi kalau belum dia di Wisma Atlet, atau kalau masih bisa di rumah akan dipandu oleh kawan-kawan di platform telemedik dan nanti juga mobile hospital," kata Arya.

Pemerintah sudah menggandeng 20 penyedia aplikasi dan platform layanan online untuk membantu Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 menghadapi wabah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 itu.

Penyedia platform layanan medis online yang digandeng meliputi SehatQ, Good Doctor, Dokter Sehat, Link Sehat, KlikDokter, Maudok, Yesdok, Prosehat, Perawatku, Klinik Go, Alo Dokter, Docquity, Jovee, dan Halodoc. Selain itu, pemerintah menggandeng penyedia layanan daring Eureka AI, Ivosight, Qlue, Grab, dan Gojek

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: