Pantau Flash
Tim SAR Kerahkan 4 Helikopter ke Paniai Evakuasi Heli PT NUH
Total Kasus Positif di Lingkungan KPK Mencapai 115 Orang
Pesawat Dabi Air Ditembaki di Bandara Bilogai Papua oleh KKB
Belum Bayar Utang ke Negara, Bambang Trihatmodjo Dicegah ke Luar Negeri
Ketua KPU RI Arief Budiman Positif COVID-19

Peserta MOS Tewas Dianiaya: SMA Taruna Indonesia Dilarang Terima Siswa Baru

Peserta MOS Tewas Dianiaya: SMA Taruna Indonesia Dilarang Terima Siswa Baru Ilustrasi kekerasan (Foto: Pixabay)

Pantau.com - SMA Taruna Indonesia Palembang disanksi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tidak boleh menerima siswa baru selama satu tahun. Tak hanya itu, sekolah tersebut sekaligus dilarang mengadakan pola pendidikan ala militer setelah meninggalnya dua siswa saat mengikuti masa orientasi siswa baru.

Menurut Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, kematian dua siswa Delwyn Berli Juliandro (14 tahun) dan Wiko Jerianda (16 tahun) menjadi dasar pengambilan keputusan ini.

“Keputusan ini juga diambil setelah dilakukan investigasi oleh Dinas Pendidikan Sumsel, Dewan Pendidikan Sumsel dan stakeholder pendidikan di Sumsel kurang lebih satu pekan,” katanya di Palembang, Senin (5/8/2019).

Baca juga: Pembina MOS SMA di Palembang Jadi Tersangka Tewasnya Siswa Baru

Ia mengatakan setelah sanksi ini berjalan setahun lamanya, maka akan dilakukan evaluasi lagi sebelum diizinkan menerima siswa baru kembali.

“Mulai saat ini juga, SMA Taruna Indonesia Palembang harus menghentikan kegiatan belajar mengajar yang bersifat semi militer. Saya nyatakan itu dilarang dan sekolah jalan saja seperti layaknya sekolah biasa. Namun kalau soal atribut ya silakan saja,” kata dia.

Selain itu, pemerintah provinsi juga meminta instansi terkait untuk memeriksa akreditasi dari sekolah tersebut. “Siswa yang saat ini sudah ada, ya silakan berjalan seperti biasa,” kata dia.

Sementara terkait kasus hukum, pemprov menyerahkan sepenuhnya ke kepolisian.

Herman Deru menegaskan, temuan investigasi terlalu banyak, namun tidak bisa diungkap ke publik demi kebaikan bersama. Di antaranya, banyaknya persyaratan yang tidak terpenuhi untuk menyelenggarakan masa orientasi siswa.

“Persoalan pidana kita serahkan pada polisi, jaksa dan pengadilan. Tegas ini. Artinya setelah satu tahun sanksi ini dijalankan dan syarat-syarat tidak dipenuhi, maka itulah saatnya mereka harus menutup diri dengan sendirinya,” kata dia.

Baca juga: Gubernur Sumsel Bentuk Tim Investigasi Kekerasan MOS SMA Taruna Indonesia

Sebelumnya, polisi sudah menetapkan tersangka Obi Frisman (24 tahun) yang diduga telah melakukan kekerasan pada Delwyn Berli Juliandro (14 tahun) siswa SMA Taruna Indonesia Palembang yang juga meninggal dunia setelah mengikuti Masa Orientasi Siswa pada 13 Juli 2019.

Selang sepekan, korban bertambah yakni Wiko Jeryanda (14 tahun) yang mengembuskan napas terakhir di RS RK Charitas Palembang, Jumat, 19 Juli 2019.

Wiko meninggal setelah kritis dan mendapat perawatan selama enam hari di RS tersebut. Dia sempat menjalani operasi usus pada Rabu sebelumnya, namun kondisinya terus menurun hingga akhirnya anak kedua dari tiga bersaudara itu meninggal.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta