Pantau Flash
Dilarikan ke Puskesmas! Puluhan Warga Alami Luka Bakar Akibat Awan Panas Gunung Semeru
Jembatan Penghubung Lumajang-Malang Putus Diterjang Lahar Dingin Gunung Semeru!
Polri Sosialisasikan Pengangkatan 57 Eks Pegawai KPK Pekan Depan
Gunung Semeru Meletus, Gubernur Khofifah Perintahkan Segera Evakuasi Warga
Gunung Semeru Erupsi, Warga Diperingatkan untuk Selamatkan Diri

Polisi Kembali Tetapkan Aktivis LSM Sebagai Tersangka Kasus Pemerasan

Polisi Kembali Tetapkan Aktivis LSM Sebagai Tersangka Kasus Pemerasan Kasat Rekskrim Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Wisnu Wardana memberikan keterangan pers di Polres Metro Jakarta Pusat, Kemayoran, Selasa (23/11/2021). (ANTARA/Mentari Dwi Gayati)

Pantau.com - Polres Metro Jakarta Pusat kembali menetapkan seorang aktivis LSM Tameng Perjuangan Rakyat Anti Korupsi (Tamperak) bernama Robinson Manik sebagai tersangka dalam dugaan kasus pemerasan terhadap anggota polisi dari Satuan Reserse (Satres) Narkoba.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan, peran Robinson mendokumentasikan aksi pemerasan yang dilakukannya bersama Ketua Tamperak, Kepas Penagean Pangaribuan. Kepas sudah ditangkap lebih dahulu pada Senin (22/11/2021) sore.

Baca juga: Ternyata Seluruh Pelaku Masih Anak-Anak! Penganiayaan Anak 13 Tahun Bermula dari Istri Siri yang Tak Terima Suaminya Cabuli Korban

"(Pelaku) Melakukan pemerasan dan mendokumentasikan berupa foto dan video kegiatan selama bertemu korban pemerasan serta menerima uang hasil pemerasan," kata Hengki dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Hengki menegaskan, tidak menutup kemungkinan jumlah tersangka akan bertambah seiring berjalannya penyidikan dan pengembangan kasus pemerasan yang merugikan anggota Kepolisian hingga puluhan juta.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Wisnu Wardana mengungkapkan, Robinson menerima bagian sejumlah Rp5 juta dari hasil pemerasan.

"Jadi dia mengetahui perbuatan pemerasan. Kemudian dari yang bersangkutan ini menerima dana dari pemerasan itu berjumlah Rp5 juta," kata Wisnu.

Akibat perbuatannya, baik Robinson maupun Kepas dijerat pasal berlapis, yakni pasal 27 ayat 4 tentang UU ITE dan pasal 55 dan 56 KUHP serta terancam kurungan penjara lebih dari 5 tahun penjara.

Berdasarkan keterangan, tersangka anggota LSM memberikan pernyataan yang mendiskreditkan instansi maupun pimpinan lembaga. Bahkan menakut-nakuti anggota serta mengancam akan memviralkan melalui media sosial miliknya, yakni di Tiktok dengan akun kepaspenageanpan5.

Terungkapnya kasus ini berawal ketika pelaku melakukan pemerasan terhadap anggota satuan tugas (satgas) yang saat itu tengah memburu eksekutor pembacokan begal terhadap pegawai Basarnas.

Namun demikian, Kepas menganggap anggota telah melanggar prosedur dan terus dilakukan pengancaman dengan membawa nama petinggi negara maupun Polri untuk tujuan memperoleh sejumlah uang.

Baca juga: Video Viralnya Bikin Geram Netizen! Anak Panti Asuhan Dicabuli dan Dianiaya Ramai-Ramai, Polisi Ciduk 10 Pelaku

Kepas kemudian meminta uang sebesar Rp2,5 miliar kepada anggota satgas begal agar tidak memviralkan ke sosial media. Selanjutnya, terjadi negosiasi antara anggota Polisi dengan Kepas hingga akhirnya pelaku meminta uang sebesar Rp250 juta.

Dalam penangkapan ini, Polrestro Jakpus menyita barang bukti berupa surat yang akan dikirimkan ke Presiden RI dan Komisi III DPR RI terkait pelanggaran SOP oleh anggota Polri.

Tim Pantau
Editor
Gilang
Penulis
Gilang

Berita Terkait: