Polri Layangkan Panggilan ke Bos CV Samudera Chemical Tersangka Kasus Gagal Ginjal Akut yang Kabur

Headline
Ilustrasi ginjal (Foto: Connectnigeria)Ilustrasi ginjal (Foto: Connectnigeria)

Pantau – Polri melayangkan surat panggilan kepada pemilik perusahaan CV Samudera Chemical berinisal E yang diduga melarikan diri usai menjadi tersangka kasus gagal ginjal akut pada anak.

“Waktu penyidik mendatangi saudara sebagai pemilik CV Samudera Chemical tidak berada di tempat. Kami sudah layangkan panggilan,” ujar Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Pipit Rismanto, kepada wartawan, Jumat (18/11/2022).

Mengenai kaburnya pemilik CV Samudera Chemical, pihaknya telah memanggil pegawai perusahaan tersebut untuk menanyakan soal keberadaan E.

“Mereka mengaku tidak tahu keberadaannya,” kata Pipit.

Pipit mengatakan bahwa jika sampai panggilan kedua E tidak juga memenuhi panggilan, maka Bareskrim akan memasukkanya ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Kita tunggu sampai panggilan kedua,” katanya.

Pipit juga menyampaikan, pihaknya akan menggali keterangan E soal penyediaan bahan bakar obat Propilen Glikol (PG) yang ternyata memiliki kandungan Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) yang melebihi batas.

Sumber temuan PG ini sedang didalami karema berguna untuk melakukan pengembangan kasus pidana gagal ginjal akut tersebut.

“Nanti kami pastikan dari pelaku dulu apakah mereka memproduksi atau mendapat suplai dari pihak lain,” ucapnya.

Namun pemilik perusahaan suplier obat itu melarikan diri usai terseret kasus gagal ginjal akut dan hingga kini aparat kepolisian masih memburu pemilik CV Samudera Chemical/

Diketahui, polisi menyegel perusahaan farmasi PT Afi Farma dan suplier bahan baku obat CV Samudera Chemical usai ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus peredaran obat sirop yang disebut menyebabkan gagal ginjal akut.

Dalam konferensi persnya, Kamis (17/11/2022), Kepala BPOM Penny K Lukito mengatakan bahwa pihaknya telah menetapkan dua produsen obat, yakni PT Yarindo Farmatama dan PT Universal Pharmaceutical Industri.

“Badan POM menangani investigasi dan penyidikan empat sarana industry farmasi dengan progres bahwa terhadap PT Yarindo Farmatika dan PT Universal Pharmaceutical Industri telah dilakukan proses penyidikan telah ditetapkan tersangka,” kata Penny pada Kamis (17/11/2022).

Kemudian, pihak Bareskrim Polri mentrapkan satu produsen dan satu supplier obat sebagai tersangka, yakni PT Afi Farma dan CV Samudera Chemical.

Adapun penetapan tersebut karena keduanya terbukti mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memenuhi standar dan syarat keamanan dan mutu.

Tim Pantau
Editor
Firdha Rizki Amalia