Pantau Flash
Dokter: Kelelahan pada Penyintas Korona Jadi Gejala Fenomena 'Long COVID'
Bamsoet: Deklarasi Benny Wenda Makar, Pemerintah Harus Tindak Tegas
Rekor Lagi! Kasus COVID-19 di Indonesia Melonjak Naik 8.369 Hari Ini
Lemhannas: Benny Wenda Tidak Punya Kewenangan untuk Deklarasi Papua Barat
Ditangkap Bareskrim di Bogor, Ustadz Maaher Jadi Tersangka Kasus UU ITE

Satgas COVID-19 Bakal Pantau Protokol Kesehatan Setiap Warga

Satgas COVID-19 Bakal Pantau Protokol Kesehatan Setiap Warga Ilustrasi tenaga medis dengan APD. (Foto: Antara)

Pantau.com - Satuan Tugas Penanganan COVID-19 akan menggunakan aplikasi monitoring perubahan perilaku untuk memantau kepatuhan warga menerapkan protokol kesehatan.

"Kami butuh melihat protokol kesehatan secara real time, terintegrasi, dan sistematis. Maka lahirlah sistem monitoring perubahan perilaku," kata Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas COVID-19 Dr. Dewi Nur Aisyah dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (29/10/2020).

Aplikasi monitoring yang akan segera diluncurkan tersebut, menurut dia, akan mendukung upaya pemantauan untuk mengetahui tingkat kepatuhan masyarakat menjalankan protokol kesehatan serta motivasi mereka melakukannya.

Data perilaku warga menjalankan protokol kesehatan yang dikumpulkan menggunakan aplikasi tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun strategi intervensi untuk meningkatkan kepatuhan warga terhadap protokol pencegahan COVID-19. "Jadi kita ingin mengubah yang awalnya tadinya terjadi kondisi kedaruratan kesehatan masyarakat menjadi ketahanan kesehatan masyarakat. Jadi ini yang ingin kita ubah," kata Dewi.

Baca juga: COVID-19 Indonesia 29 Oktober: Kasus Positif 404.048, Meninggal 13.701

Ia mengatakan, upaya pengendalian COVID-19 menuntut kedisiplinan tinggi dari individu maupun masyarakat menjalankan protokol kesehatan seperti 3M, mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, serta menjaga jarak serta menghindari kerumunan.

Oleh karena itu, ia melanjutkan, Satgas ingin secara langsung memantau perilaku warga dalam menjalankan protokol kesehatan dengan dukungan aplikasi monotoring.

Ia menambahkan, duta perubahan perilaku serta aparat TNI dan Polri yang secara langsung memantau kepatuhan masyarakat menjalankan protokol kesehatan di fasilitas tempat umum seperti pasar, tempat ibadah, tempat wisata, pusat perbelanjaan, hingga tempat berolahraga akan mendukung pengoperasian sistem pemantauan tersebut.

Selain melakukan pengawasan, mereka akan melakukan penyuluhan mengenai protokol pencegahan CVID-19 serta survei untuk mengetahui motivasi warga menjalankan protokol kesehatan.

Baca juga: Epidemolog: Vaksin Jangan Bikin Lengah, Herd Immunity Harus Dicapai

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan COVID-19 Dr. Sonny Harry B Harmadi mengatakan bahwa sistem tersebut akan membantu upaya untuk mengamati perubahan perilaku masyarakat.

"Aplikasi ini sangat membantu untuk mengamati, memonitor dan mengevaluasi bagaimana perubahan perilaku di masyarakat secara real time," katanya.

Ia mengatakan bahwa pemantauan dan edukasi masif dibutuhkan dalam upaya membangun kesadaran warga menjalankan protokol kesehatan 3M. Oleh karena itu, sistem monitoring penerapan protokol kesehatan juga mencakup upaya edukasi kepada masyarakat.

"Jadi dalam jangka pendek kita ingin memutus rantai penularan dan mengakhiri pandemi, dalam jangka panjang kita ingin membiasakan masyarakat untuk hidup bersih dan sehat," kata Sonny.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: