Pantau Flash
Seluruh Kecamatan di Kota Medan Masuk Zona Merah COVID-19
PSBB Bodebek Kembali Diperpanjang hingga 2 Juli 2020
Nihil Kasus Baru di 6 Provinsi, Positif COVID-19 di Indonesia 29.521 Kasus
PSBB di Kota Bekasi Diperpanjang hingga 2 Juli 2020
PSBB Masa Transisi, Gojek: Driver Dapat Layani Penumpang 8 Juni

WNI dan WNA Wajib Tes Cepat COVID-19 Setiba di Batam

WNI dan WNA Wajib Tes Cepat COVID-19 Setiba di Batam Petugas kesehatan memeriksa kesehatan sejumlah PMI yang tiba di Pelabuhan Internasional Batam Centre, Kamis. (Foto: Antara/Kanwa)

Pantau.com - Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Batam mengingatkan setiap warga negara Indonesia dan asing yang tiba di Kota Batam, Kepulauan Riau, wajib menjalani tes cepat COVID-19, demi meyakinkan tidak ada yang terpapar virus korona.

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Batam Achmad Farchanny di Batam, Kamis (21/5/2020), menyatakan pemeriksaan cepat COVID-19 untuk WNI yang pulang mandiri dan WNI, gratis.

"Gratis, karena pemeriksaan RDT ini melengkapi pemeriksaan kekarantinaan kesehatan yang sudah ada yaitu HAC, saturasi oksigen dan thermal scanner," kata dia.

Baca juga: LIPI: Vaksin COVID-19 Belum Akan Ditemukan dalam Waktu Dekat

Hal itu sesuai dengan Surat Edaran No HK 02.02/MENKES/323/2020 tentang Protokol Kesehatan Penanganan Kepulangan WNI dan Kedatangan WNA dari Luar Negeri di Pintu Masuk Negara dan Wilayah pada Situasi Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Rangka Pencegahan Penyebaran COVID-19.

Untuk Pekerja Migran Indonesia dan WNI yang pulang mandiri serta WNA, pemeriksaan cepat COVID-19 dilakukan di pelabuhan.

Sedangkan untuk PMI bermasalah, yang biasanya dipulangkan dalam jumlah banyak, pemeriksaan cepat COVID-19 dilakukan di tempat penampungan atau karantina terpusat yang difasilitasi Pemda.

"Di Batam, sesuai hasil rapat, diarahkan ke Rusun Tanjunguncang," kata dia.

Baca juga: Ahli Epidemologi: Warga Sudah Tidak Patuh PSBB Selama Ramadan

Ia mengatakan, pihaknya telah memiliki perlengkapan RDT untuk WNI dan WNA dan relatif mencukupi untuk memeriksa lebih dari 200 PMI yang rencananya tiba Kamis ini.

"Droping dari pusat untuk selanjutnya masih menunggu, belum datang," kata dia.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: