Pantau Flash
Blak-blakan Menkes: Pemerintah Tidak Ada Rencana untuk Subsidi Test PCR
Maluku Utara Diguncang Gempa 5,1 Magnitudo, Berpusat di Kedalaman 92 Km
Kabar Gembira! Menkes Buka Peluang Vaksinasi Usia 5-11 Tahun Dimulai Awal 2022
Polri Ringkus Komplotan Judi dan Pornografi Online, Raup Rp4,5 Miliar per Bulan
Kapolda Sumut Copot Kapolsek Kutalimbaru, Buntut Ulah Anak Buahnya Cabuli Istri Tahanan

YouTuber Prank Daging Kurban Isi Sampah Ditangkap, Dua Masih Buron

Headline
YouTuber Prank Daging Kurban Isi Sampah Ditangkap, Dua Masih Buron Tersangka tampak mengumpulkan sampah sebelum melakukan prank seperti dalam video youtubenya (Foto: Antara/Aziz Munajar/20)

Pantau.com - Aksi konyol YouTuber nge-prank berisi sampah sepertinya masih terus terjadi. Tidak belajar dari kasus Ferdian Paleka yang bikin heboh Indonesia beberapa waktu lalu, kini dua YouTuber di Kota Palembang melakukan prank "daging korban sampah".

Polrestabes Palembang, Sumatera Selatan, menahan pelaku prank yakni Edo Dwi (24) dan Diky Firdaus (20) setelah ditetapkan sebagai tersangka meski keluarga bersikeras perilaku tersebut dinilai hanya kenakalan remaja.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Anom Setydaji mengatakan, polisi menetapkan empat tersangka, yakni Edo Dwi dan Diky Firdaus yang sudah ditahan, serta Hadi dan Ram Syahputra yang masih buron. "Video aksi mereka yang memberikan bungkusan berisi sampah tapi dikatakan sebagai daging kurban sangat meresahkan, maka itu mereka kami tahan," ujarnya saat memberi keterangan pers, Senin (3/8/2020).

Baca juga: Jadi DPO, Polisi Sebar Foto Ferdian Paleka di Bandung

Menurut dia, tim patroli siber Polrestabes Palembang mendeteksi adanya kegaduhan dan berbagai kecaman yang timbul tidak lama setelah video tersebut diunggah ke kanal youtube pada Jumat 21 Juli 2020.

Polisi kemudian bergerak mencari keberadaan para tersangka dan berhasil menangkap dua tersangka pada Minggu (2/8) di kediaman masing-masing beserta barang bukti, berupa telpon pintar, akun e-mail dan akun media sosial tersangka, ungkap Anom.

Keluarga telah meminta keduanya dibebaskan karena perilaku keduanya dinilai hanya sebatas kenakalan remaja, di mana sebelumnya pelaku pernah berbuat serupa pada Idul Fitri 2020.

"Kami masih memeriksa beberapa saksi, sementara ini kami mengenakan keduanya dengan Pasal 14 KUHP tentang menyebarkan berita bohong serta Undang-Undang ITE Pasal 27 ayat 1 ancaman hukuman penjara selama 10 tahun," katanya.

Baca juga: Video YouTuber Bikin Prank Bagikan Sembako Berisi Sampah kepada Waria

Ia menyebut video prank tersebut juga sebenarnya telah diatur, yakni antara tersangka dan korban yang tidak lain ibunya sendiri sudah membuat kesepakatan.

Sementara tersangka Edo mengaku sangat menyesal dengan perbuatannya meski ia juga mengaku kanal youtube-nya sudah menghasilkan pendapatan Rp5 juta dari beberapa video yang pernah diunggah. "Saya janji tidak akan mengulanginya lagi," kata Edo kepada para pewarta.

Video prank tersangka sendiri masih beredar di kanal youtube dan telah ditonton 798.000 kali sejak diunggah pada 31 Juli hingga 3 Agustus siang dan telah dikomentari 33.000 kali.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: