Pantau Flash
Kasus COVID-19 di Indonesia 28.818, Tidak Ada Kasus Baru di 11 Provinsi
Gempa Bumi 7,1 M Guncang Maluku Utara
Seluruh Rumah Ibadah di Jakarta Dibuka Mulai Besok
Ferdian Paleka Akhirnya Bebas!
MUI: Salat Jumat 2 Gelombang Bisa Dilakukan, Tapi Tidak di Indonesia

Erick Thohir: Raja Sapta Oktohari Figur Tepat Jadi Ketum KOI

Erick Thohir: Raja Sapta Oktohari Figur Tepat Jadi Ketum KOI Erick Thohir. (Foto: Pantau.com/Willa Wildayanti)

Pantau.com - Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Erick Thohir, menilai Raja Sapta Oktohari merupakan figur yang paling tepat untuk mengisi posisi jabatan Ketua Umum (Ketum) KOI periode 2019-2023.

"Proses penjaringan cukup selektif dalam memimpin organisasi besar seperti KOI butuh rekam jejak. Saya rasa dengan Okto (sapaan akrab Raja Sapta) yang mencalonkan, dia adalah tokoh yang paling baik saat ini," ujar Erick.

Bukan tanpa alasan, Erick menilai Okto layak menjabat ketum KOI. Sebab, Okto tidak hanya masih muda, tetapi juga memiliki pengalaman multi event internasional di mana pernah menjabat sebagai Ketua Umum Indonesia Para Games Organizing Committee (INAPGOG) 2018.

Baca juga: Rekam Jejak Raja Sapta Oktohari Menuju Kursi Ketum KOI

Bukan hanya itu, pria berusia 43 tahun itu juga aktif dalam Konfederasi Balap Sepeda Asia (ACC) dan memiliki pengalaman memimpin organisasi olahraga nasional sebagai Ketum Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) sejak 2015 hingga sekarang.

Latar belakang Okto yang merupakan pengusaha juga dinilai Erick menjadi nilai plus karena menurutnya untuk bidding tuan rumah Olimpiade 2032 dibutuhkan figur yang dekat dengan pemerintah dan dunia usaha.

"Kalau dibilang itu keberpihakan ya sah-sah saja karena memang hidup itu kadang butuh berpihak. Asalkan baik untuk semua," tutur Erick menjelaskan.

Baca juga: Indonesia Jadi Tuan Rumah FIBA World Cup 2023, Ini Pesan Erick Thohir

Dalam kepengurusan selanjutnya, Erick berharap akan ada konsolidasi undang-undang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) supaya tidak ada tumpang tindih tugas dan wewenang di antara lembaga maupun organisasi olahraga lainnya.

"Ke depan (undang-undang SKN) harus dibongkar total agar jangan ada overlapping yang mengorbankan atletnya. Kita ini pengurus hanya memberikan jalan. Yang berjuang kan atletnya," tukasnya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: