Pantau Flash
Formula E Tunda Pengenalan Mobil Baru hingga Musim 2021/2022
6 Direktur Barcelona Mundur Imbas Konflik Internal
Gunung Merapi Kembali Erupsi, Tinggi Kolom Mencapai 3.000 Meter
Kasus Positif Korona Jakarta Capai 1.719: 155 Meninggal dan 82 Sembuh
Derby della Madoninna Pindah ke Lapangan Virtual

Gagal Sumbang Poin di Partai Final, Ini Dalih Jojo

Gagal Sumbang Poin di Partai Final, Ini Dalih Jojo Jonatan Christie. (Foto: Dok PBSI)

Pantau.com - Tunggal putra Indonesia Jonatan Christie mengungkapkan buruknya performa pada pertandingan final Badminton Asia Championship (BATC) 2020 kontra Malaysia tidak lepas dari hasil buruk pada pertandingan sebelumnya. Jojo -sapaan Jonatan- merasa trauma dengan beberapa kekalahan yang dialami.

Turun pada partai ketiga, Jojo harus mengakui keunggulan Cheam June Wei dengan skor 16-21, 21-17, dan 22-24. Kekalahan tersebut membuat kemenangan Indonesia yang sudah di depan mata harus tertunda. 

"Saya merasa sangat bertanggung jawab atas kekalahan tadi. Jujur saya merasa bersalah karena harusnya bisa dapat poin tapi saya tidak bisa," kata Jonatan dilansir dari keterangan tertulis PP PBSI di Jakarta, Minggu.

Baca juga: Fajar Akui Cangkung Main dengan Ahsan di Final BATC 2020

Jojo memiliki peluang besar untuk bisa memenangkan pertandingan melawan Cheam. Mengingat atlet asal PB Tangkas ini sudah unggul 20-17 pada gim ketiga. 

Namun Cheam yang tampil tanpa beban justru mampu menyamakan kedudukan menjadi 20-20 sebelum akhirnya satu kesalahan antisipasi membuat Jojo menyerah 22-24. 

"Saya kurang percaya diri karena dari kemarin saya tidak bisa main seperti biasa. Keadaan ini jarang terjadi di turnamen biasanya, shuttlecock yang kencang, suasananya. Saya mau menyerang tapi jadi buru-buru dan akhirnya mati sendiri. Saya harus lebih berani untuk pakai tempo menyerang," kata Jonatan.

Baca juga: Ahsan/Fajar Bawa Indonesia Juara Badminton Asia Team Championships 2020

Jonatan menyayangkan tidak dapat memanfaatkan keunggulannya pada gim ketiga saat kedudukan match point 20-17. Sebaliknya, Cheam dinilainya tampil tanpa beban dan lebih lepas. Apalagi sebelumnya ia memetik kemenangan dari Son Wan Ho (Korea) dan Kenta Nishimoto (Jepang).

"Sebenarnya bisa berakhir bagus, tapi di akhir itu sangat disayangkan. Lawan mainnya lepas, saya merasakan dulu di posisi dia mainnya lepas karena masih mengejar. Sekarang saya yang harus menang. Di awal-awal permainan memang ada rasa trauma, karena hasil-hasil kemarin," tutur Jonatan.

Namun Indonesia berhasil memastikan gelar juara setelah pasangan dadakan Mohammad Ahsan/Fajar Alfian meraih kemenangan atas Ong Yew Sin/Teo Ee Yi 21-18, dan 21-17. 
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Reza Saputra

Berita Terkait: