Pantau Flash
Mentan SYL Resmikan Penggilingan Padi dan Salurkan Bantuan di Bulukumba
COVID-19 RI Pecah Rekor Lagi! Kasus Positif Naik 6.267 dengan Total 534.266
Polisi Bakal Panggil Pihak RS Ummi Diduga Halangi Satgas Soal Swab HRS
Survei SMRC: Mayoritas Publik Tak Mau Tunda Pilkada 2020
Kemenparekraf Fasilitasi 100 Pelaku Usaha di Bali untuk Bentuk Badan Hukum

Dee Lestari Ajak Masyarakat Tak Unduh Buku Bajakan

Dee Lestari Ajak Masyarakat Tak Unduh Buku Bajakan Dee Lestari (Foto: Instagram)

Pantau.com - Penulis Dewi Lestari atau yang dikenal dengan Dee Lestari menyerukan untuk tidak mengunduh dan mengunggah PDF ilegal dari buku-buku karya para penulis.

Berbicara melalui laman Instagram-nya, Dee mengatakan banyak orang yang mengunggah dan mengunduh PDF ilegal dari karya novelnya dan rekan penulis lain dengan alasan mencari hiburan di tengah karantina.

Baca juga: Dee Lestari Ungkap Bagian Sulit Menulis Lagu

"Mengunggah PDF ilegal atas karya kami, menyebarkan tautannya, menyilakan orang lain mengunduhnya demi hiburan gratis untuk membunuh waktu, sama dengan merampas hak ekonomi kami," kata Dee.

"Saya berbicara bukan atas nama diri sendiri saja, melainkan semua penulis yang beroleh pendapatan melalui royalti. Royalti adalah hajat hidup kami. Tidak semua dari kami kaya raya, tak semua juga miskin merana. Satu hal yang pasti: royalti adalah hak atas jerih payah kami menuliskan buku," lanjutnya.

View this post on Instagram

Gelombang besar berikut yang akan menerpa kita setelah pandemi adalah gelombang dampak ekonomi. Kita semua akan terimbas, tanpa kecuali. Termasuk penulis dan industri penerbitan. Saya setuju kita berdonasi dan banyak-banyak memberi pada saat seperti ini. Namun, berdonasi tidak sama dengan mengambil hak orang lain. Mengunggah PDF ilegal atas karya kami, menyebarkan tautannya, menyilakan orang lain mengunduhnya demi hiburan gratis untuk membunuh waktu, sama dengan merampas hak ekonomi kami. Saya berbicara bukan atas nama diri sendiri saja, melainkan semua penulis yang beroleh pendapatan melalui royalti. Royalti adalah hajat hidup kami. Tidak semua dari kami kaya raya, tak semua juga miskin merana. Satu hal yang pasti: royalti adalah hak atas jerih payah kami menuliskan buku. Saya, teman-teman penulis, penerbit buku, tengah bergulat mencari titik terang dari badai ekonomi besar yang tengah dan akan bergulung sebentar lagi. Kami juga ingin mencari cara terbaik untuk bisa terus berkarya dan memberikan pilihan-pilihan yang tak memberatkan kepada pembaca sekalian. Situasi ini berat buat kita semua. Untuk bisa mengatasinya, kita harus saling mendukung. Bukan saling merampas. Bukan saling menikung. Setop unggah-unduh PDF bajakan. Setop penyebaran tautannya. #SalingDukung

A post shared by Dee Lestari (@deelestari) on

Penulis novel 'Aroma Karsa' ini menyadari bahwa masyarakat butuh hiburan untuk mengusir rasa bosan. Oleh karena, ia dan rekan-rekan penulis serta pihak penerbit akan berusaha untuk mencari jalan keluar.

"Saya, teman-teman penulis, penerbit buku, tengah bergulat mencari titik terang dari badai ekonomi besar yang tengah dan akan bergulung sebentar lagi. Kami juga ingin mencari cara terbaik untuk bisa terus berkarya dan memberikan pilihan-pilihan yang tak memberatkan kepada pembaca sekalian," jelas mantan personel grup vokal Rida Sita Dewi itu.

Baca juga: Dee Lestari Ramaikan 'Ubud Writers and Readers Festival 2018'

"Situasi ini berat buat kita semua. Untuk bisa mengatasinya, kita harus saling mendukung. Bukan saling merampas. Bukan saling menikung. Setop unggah-unduh PDF bajakan. Setop penyebaran tautannya. #SalingDukung," katanya melanjutkan.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Gilang K. Candra Respaty

Berita Terkait: