Pantau Flash
Bank Indonesia: Cadangan Devisa Cukup Penuhi Kebutuhan
Komisi I DPR: Pelibatan TNI dalam PSBB Diperlukan
Son Heung-min Latihan Perang Kimia
Baleg DPR Agendakan Raker dengan Pemerintah Sebelum Bahas RUU Ciptaker
PSBB DKI Jakarta Berlaku Mulai Jumat 10 April 2020

Desainer Fashion Asal Amerika Sebut Gaya Streetwear Akan 'Mati' di 2020

Desainer Fashion Asal Amerika Sebut Gaya Streetwear Akan 'Mati' di 2020 Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Founder lini fashion Off-White sekaligus pencetus gaya streetwear Virgil Abloh mengatakan gaya streetwear akan mati gaya dan digantikan sesuatu yang vintage.

Streetwear adalah tren berbusana yang berangkat dari tren fashion era 90-an dengan produk-produk berasal dari gaya hidup hip hop hingga skate yang berkarakter nyaman dipakai.

Baca juga: Daftar 6 Manfaat dari Yoga, Salah Satunya Hilangkan Stres!

Abloh yang juga merupakan artistic director pakaian pria di Louis Vuitton itu mengatakan sudah cukup orang kemana-mana pakai kaus dan sneakers.

"Jelas aku akan mengatakan itu akan mati, kau tahu? Sudah saatnya usai. Di benakku, berapa banyak lagi T-shirt yang akan kita punya, berapa banyak hoodies, berapa banyak sneakers?" Kata desainer fashion asal Amerika Serikat yang juga berprofesi sebagai seorang DJ dan produser musik itu pada Dazed.

Abloh adalah yang pertama menaikkan derajat koleksi standar di lemari pakaian seperti kaus hingga sneakers menjadi barang mewah penuh gaya.

Pada 2012, dia mencetak tulisan 'Pyrex Vision' besar-besar di belakang kemeja flanel Ralph Lauren.

Pyrex Vision adalah butik kecil-kecilan miliknya yang jualan fashion streetwear. Dia menyulap barang-barang stok lama karya rumah desain Ralph Lauren itu menjadi karya baru berharga ratusan dolar.

Baca juga: Pernah Ingat Mantan Saat Mencium Aroma Tertentu? Begini Penjelasannya

Saat ditanya kenapa streetwear mati gaya di 2020 dan digantikan gaya vintage, Abloh mengatakan gaya vintage bisa mengekspresikan pengetahuan dan gaya personal seseorang.

"Fashion akan berubah dari belanja baju baru ke bongkar-bongkar koleksi lama," katanya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Gilang K. Candra Respaty

Berita Terkait: