Pantau Flash
Mendag: Neraca Perdagangan RI Surplus dan Tertinggi
Jawa Tengah Bagian Selatan Masih Berpotensi Diguyur Hujan Ekstrem
Formula 1 Bakal Mentas di Sirkuit Kota Jeddah Arab Saudi untuk Pertama Kali
Perancis Tingkat Keamanan ke Level Tertinggi Pasca Penusukan di Gereja
Garuda Akan Garap Penerbangan Kargo untuk Ekspor Produk Laut

Hati-hati, Kesehatan Mental Jadi Masalah Serius

Hati-hati, Kesehatan Mental Jadi Masalah Serius Ilustrasi masalah kesehatan jiwa (ANTARA/Pixabay)

Pantau.com - Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat Kementerian PPN/Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali, STP, MS, Ph.D mengatakan pihaknya menargetkan untuk meningkatkan kesehatan mental di Indonesia.

Saat ini masalah penanganan kesehatan mental di Indonesia masih terbatas, baik dari sisi fasilitas ataupun para ahli seperti psikiater, dokter spesialis dan juga perawatan kejiwaan.

Baca juga: Pandemi COVID-19 Belum Berlalu, Tetap Jaga Kondisi Tubuh dengan Vitamin Ini


"Di dalam SDGs (tujuan pembangunan berkelanjutan), salah satu targetnya adalah bagian kesehatan, target 2020 kita harus bisa mengurangi angka kematian dari penyakit tidak menular, serta meningkatkan kesehatan metal," ujar Pungkas dalam bincang-bincang "Sehat Jiwa Untuk Semua", Minggu.

Di Indonesia, depresi menduduki peringkat ketujuh sebagai penyebab disabilitas atau ketidakmampuan untuk bekerja. Sedangkan gangguan kecemasan, berada di urutan ke sembilan.

Kesehatan mental juga menjadi masalah yang cukup serius, khususnya dalam kondisi pandemi virus corona. Sayangnya, penderita atau keluarga enggan melakukan pemeriksaan karena malu dan tidak adanya fasilitas kesehatan yang menunjang untuk penanganan salah kejiwaan.

Pungkas mengatakan pihaknya mengupayakan agar tingkatan Puskesmas dan rumah sakit bisa memiliki bagian untuk penanganan masalah kesehatan jiwa.

"Rumah sakit jiwa itu yang paling ujung, artinya dia menampung hal-hal yang sudah tidak bisa di bawahnya. Jadi prioritasnya di selfcare atau layanan kesehatan primer seperti rumah sakit dan klinik," kata Pungkas.

Baca juga: New Normal, Bintang Toedjoe Sumbang Joss C 1000 ke Sejumlah Rumah Sakit


"Tapi ini enggak mudah karena kesehatan jiwa ini belum di semua puskesmas, setahu saya hanya ada 34 persen puskesmas yang sudah punya layanan kesehatan jiwa, sisanya belum ada. Masalahnya banyak, salah satunya karena SDM kesehatan juga, untuk psikiater dan dokter spesialis jika ada sangat sedikit," lanjutnya.

Untuk merealisasikan target tersebut, Bappenas akan melakukan beberapa strategi seperti mendeteksi gangguan kejiwaan, memberikan informasi secara rutin pada masyarakat, menemukan kasus dan mengobati pasien kejiwaan.



Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Tatang Adhiwidharta

Berita Terkait: