Heboh! Kepulauan Widi di Maluku Utara Dilelang di Situs Asing, Peminat Diminta Deposit US$100.000

Headline
Kepulauan Widi di Halmahera Selatan, Maluku Utara, dilelang situs asing. (CNN)Kepulauan Widi di Halmahera Selatan, Maluku Utara, dilelang situs asing. (CNN)

Pantau – Kepulauan Widi di Halmahera Selatan, Maluku Utara, akan dilelang oleh situs lelang asing Sotheby’s Concierge Auctions.

Wakil Presiden Eksekutif untuk Eropa, Timur Tengah, dan Afrika di Sotheby’s, Charlie Smith, berharap tawaran untuk Kepulauan Widi menjadi signifikan.

“Setiap miliarder dapat memiliki pulau pribadi, tetapi hanya satu yang dapat memiliki kesempatan eksklusif ini yang tersebar di lebih dari 100 pulau,” kata Charlie dalam pernyataan pers, dilansir CNN, Rabu (23/11/2022).

Kepulauan Widi disebutkan situs yang berbasis di New York, Amerika Serikat itu, terdiri dari 100 pulau lebih di “Segitiga Terumbu Karang”, yang luasnya mencapai 10.000 hektare.

Diketahui, hukum Indonesia menyatakan bahwa orang non-Indonesia tidak dapat secara resmi membeli pulau di negara ini.

Baca juga: Masyarakat Adat Tantang Australia Tunjukkan Bukti Kepemilikan Pulau Pasir

Aturan ini pun disiasati dengan meminta pemilik mengakuisisi saham di PT. Leadership Islands Indonesia (LII), sebuah perusahaan induk. Dari situ, pemilik akan bebas mengembangkan pulau sesuai keinginannya.

Kepulauan Widi memiliki beberapa lanskap terindah di Indonesia, termasuk terumbu karang, hutan bakau, dan sekitar 150 kilometer (93 mil) tepi pantai.

The Reserve, sebutan Kepulauan Widi, hanya dapat diakses dengan pesawat pribadi. Dari Bandara Internasional Gusti Ngurah Rai Bali berjarak sekitar 2,5 jam penerbangan.

Kepulauan Widi di Halmahera Selatan, Maluku Utara, dilelang situs asing. (CNN)
Kepulauan Widi di Halmahera Selatan, Maluku Utara, dilelang situs asing. (CNN)

Lelang dimulai pada 8 Desember dan akan berlangsung hingga 14 Desember 2022. Penawar diminta untuk memberikan deposit sebesar US$100.000 (Rp1.621.600.000) untuk membuktikan bahwa mereka serius ingin membeli pulau ini.

Penjualan pulau pribadi telah berkembang pesat selama beberapa tahun terakhir.

Sudah menjadi pilihan populer bagi individu yang sangat kaya (Shakira dan Leonardo DiCaprio yang masing-masing dilaporkan memilikinya), keinginan untuk memiliki pulau pribadi dan jarak yang aman menjadikan mereka aset yang lebih didambakan.

Namun, beberapa pulau tampak murah. Seperti yang dijelaskan Stacy Fischer Rosenthal, presiden perusahaan perjalanan kelas atas Fischer Travel Enterprises kepada CNN, biaya pemeliharaan dan infrastrukturlah yang benar-benar membuat kepemilikan sebuah pulau menjadi mahal.

Banyak pulau tidak memiliki struktur yang ada, dan beberapa pemilik tidak hanya harus membangun rumah tetapi juga memasang pipa ledeng, listrik, dan infrastruktur lainnya jika mereka ingin tinggal di sana.

Belum lagi transportasi, biaya terbang, makanan dan staf masuk dan keluar, menjadikan sebuah pulau bisa menjadi sangat mahal.

Tim Pantau
Editor
Aries Setiawan
Penulis
Aries Setiawan