Pantau Flash
Trump Berharap Seluruh Warga AS Disuntik Vaksin COVID-19 April 2021
Giannis Antetokounmpo MVP NBA 2020, Kalahkan King James dan Harden
Depok Berikan Kelonggaran Terhadap Aktivitas Warga 2 Pekan ke Depan
Rektor IPB Positif COVID-19 Tanpa Tunjukkan Gejala
Tambahan Kasus Harian COVID-19 RI Rekor Lagi, 4.168 Dinyatakan Positif

TikTok Dituding Melakukan Pencurian Data

TikTok Dituding Melakukan Pencurian Data TikTok. (Pantau.com/Anugerah Ali Rizky)

Pantau.com - TikTok dituduh melanggar ketentuan platform Android, yaitu mengumpulkan data dari MAC address pengguna mereka.

Penyelidikan Wall Street Journal yang dilansir The Verge, dikutip Jumat (14/8/2020), menyebutkan TikTok selama 18 bulan mengumpulkan MAC address pengguna, padahal praktik tersebut sudah dilarang Google Play Store maupun App Store sejak 2015 lalu.

Baca juga: TikTok Luncurkan Aplikasi TV

MAC address adalah identifikasi unik untuk setiap perangkat yang dipakai pengguna, berfungsi antara lain untuk iklan target.

TikTok menghentikan praktik mengambil data MAC address pengguna pada November 2019, menurut WSJ karena tekanan politis dari Washington.

Juru bicara TikTok mengatakan mereka sudah tidak lagi mengumpulkan MAC address para pengguna.

"Kami terus memperbarui aplikasi untuk tetap relevan dengan tantang keamanan, yang terus berevolusi. Versi TikTok saat ini tidak mengumpulkan MAC address," kata TikTok.

Baca juga: Reels Fitur Baru Instagram untuk Saingi TikTok

Kabar terbaru dari TikTok ini menambah keruh posisi mereka, yang saat ini menjadi masalah di Amerika Serikat terkait akses ke data pengguna di negara tersebut.

Pekan lalu, Gedung Putih mengeluarkan perintah eksekutif untuk menghentikan semua transaksi dengan perusahaan induk TikTok, ByteDance, mulai 20 September, jika mereka tidak menjual operasional di AS.

ByteDance saat ini sedang berdiskusi dengan Microsoft, namun, belum ada kesepakatan yang diambil.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Gilang K. Candra Respaty

Berita Terkait: