Pantau Flash
ESDM: Kontrak Blok Corridor Diteken Gunakan Skema Gross Split
Seorang Ekstremis Selandia Baru Rencanakan Pembunuhan PM Jacinda Ardern
Jumlah Pelamar CPNS 2019 Diprediksi 5,5 Juta
PBSI Targetkan Juara Umum SEA Games 2019
Imbauan MUI Jatim ke Pejabat Muslim Tak Ucapkan Salam Lintas Agama Disorot

5 Fakta Pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan, Ada Bocoran Lokasi dari Bappenas

Headline
5 Fakta Pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan, Ada Bocoran Lokasi dari Bappenas Ilustrasi peta Indonesia (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Jakarta dalam beberapa tahun ke depan tidak akan lagi menyandang status ibu kota pemerintahan. Presiden RI Joko Widodo telah memastikan akan memindahkan pusat pemerintahan ke Pulau Kalimantan.

Wacana ini sebenarnya bukanlah barang baru. Jauh sebelumnya pada era Presiden Soekarno, sempat muncul usulan pemindahan ibu kota ke Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Namun seiring runtuhnya era orde lama, hal itu pun menguap begitu saja.

Sama halnya dengan ide pemindahan ibu kota ke Jonggol, Bogor, Jawa Barat, pada era Soeharto. Usulan itu tak kunjung terlaksana. Meski kala itu timbul fenomena melonjaknya harga tanah di Jonggol secara gila-gilaan. Banyak spekulan tanah yang bermain.

Di era pemerintahan sekarang, tampaknya pemindahan ibu kota bakal terwujud, terbukti dengan keseriusan yang ditunjukkan.

Berikut 5 fakta soal pemindahan ibu kota yang gencar digaungkan.

Baca juga: Pengamat: Menteri Jokowi Harus Kerja Ekstra Keras Soal Pemindahan Ibu Kota

1. Pulau Kalimantan dipastikan jadi lokasi ibu kota baru

Peta Indonesia (Foto: Pixabay)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan lokasi ibu kota negara baru yang akan menggantikan DKI Jakarta telah mengerucut ke salah satu provinsi di Pulau Kalimantan. Pilihannya antara lain Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan.

"Ibu kota negara kita akan pindah ke Pulau Kalimantan. Letaknya  bisa di Kalteng, Kaltim, atau Kalsel," tulis Jokowi melalui akun Twitter-nya @jokowi yang dikutip Pantau.com, Kamis (8/8/2019).

Mantan Wali Kota Solo itu menambahkan, pemindahan ibu kota merupakan visi misi ke depan dari Indonesia sendiri. Kendati begitu, ia mengatakan seluruh pihak masih terus mengkaji pemindahan itu


2. Presiden Joko Widodo meminta izin di Sidang Tahunan

Presiden Joko Widodo saat berpidato di Sidang Tahunan MPR (Foto: Antara/Sigid Kurniawan)

Presiden Joko Widodo dalam penutup pidatonya di dalam sidang tahunan bersama Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI meminta izin untuk memindahkan ibu kota ke Pulau Kalimantan.

"Pada kesempatan yang bersejarah ini, dengan memohon ridho Allah SWT, dengan meminta izin dan dukungan dari Bapak/Ibu anggota dewan yang terhormat, para sepuh dan tokoh bangsa terutama dari seluruh rakyat Indonesia. Dengan ini saya mohon izin untuk memindahkan ibu kota negara kita ke Pulau Kalimantan," ujar Jokowi dalam pidatonya di sidang tahunan DPD dan DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/8/2019).

Jokowi mengungkapkan, bahwa ibu kota bukan hanya simbol identitas bangsa, tapi juga representasi kemajuan bangsa. Menurutnya pemindahan ibu kota ini untuk mewujudkan pemerataan.

"Simbol identitas bangsa, tapi juga representasi kemajuan bangsa," tandasnya.


3. Salah satu daerah di Kalimantan Timur dibidik jadi ibu kota

Samarinda Islamic Centre (Foto: Halaltrip)

Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil mengatakan jika Ibu Kota Negara Indonesia akan pindah ke Kalimantan Timur. Meski demikian, pemerintah masih merahasiakan daerah pasti dari calon ibu kota baru.

"Iya di Kaltim (Ibu Kota Negara)," katanya di Kemenko Perekonomian, Kamis (22/8/2019).

"Tapi belum tahu lokasi spesifiknya di mana yang belum," katanya.

Pernyataan ini sekaligus mementahkan spekulasi jika ibu kota akan disandang Palangka Raya, seperti yang dicitakan Bung Karno dulu.

Baca juga: Ibu Kota Indonesia Pindah ke Kalimantan, Sabah Sumringah

4. Bappenas sebut bukan Balikpapan atau Samarinda yang jadi ibu kota baru

Menteri Bambang Brodjonegoro (Foto: Antara/Wahyu Putro A)

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro menegaskan, ibu kota baru tidak akan dibangun di Samarinda dan Balikpapan. 

"Ya pokoknya di tempat yang belum ada kegiatan, maksudnya tanah kosong. Jadi lokasinya (ibu kota baru) bukan di Samarinda atau Balikpapan, itu kota yang sudah berjalan ya," kata Bambang di Hotel Arya Duta, Jakarta Pusat, Kamis (22/8/2019).


5. Ibu kota baru akan dekat dengan kota besar

Ilustrasi pemindahan Ibu Kota (Pantau.com/Amin H. Al Bakki)

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan, ibu kota baru nantinya akan memiliki akses ke pelabuhan dan bandara. Jadi dengan kata lain, ibu kota anyar itu tidak akan membangun ulang, melainkan memanfaatkan fasilitas yang telah dimiliki kota besar terdekatnya.

"Ini kita kan membangun kota ini harus efektif dan efisien. Jadi kita akan manfaatkan bandara yang sudah ada, pelabuhan yang sudah ada, jadi tidak perlu membangun bandara baru hanya untuk kota tersebut, itu intinya," kata Bambang di Hotel Arya Duta, Jakarta Pusat, Kamis (22/8/2019).

"Jadi kota baru, dari dulu kita ngomongnya kota baru. Bukan kota yang sudah berjalan. Kota baru, dibangun terletak dekat dengan kota yang sudah existing, yang sudah ada infrastrukturnya gitu loh. Jadi tanah kosong, tapi bukan tanah kosong yang jauh dari mana-mana. Dia tanah kosong yang tidak terlalu jauh dari kegiatan kota yang fungsional," ujar Bambang.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - TIH
Category
Nasional

Berita Terkait: