Pantau Flash
Kevin/Marcus Tantang Hendra/Ahsan di Final Indonesia Open 2019
Hendra/Ahsan Melangkah ke Final Indonesia Open 2019
Polisi Kembangkan Kasus Sabu Nunung hingga Luar Kota
Kongres Luar Biasa PSSI Digelar di Ancol 27 Juli 2019
Duterte Sebut HAM PBB Bodoh

5 Kiat Terhindar dari Rasa 'Kalap' Saat Berbuka Puasa

5 Kiat Terhindar dari Rasa 'Kalap' Saat Berbuka Puasa Ilustrasi berbuka puasa. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Kebiasaan banyak orang setelah berpuasa dan saat berbuka ialah akan 'kalap' atau 'lapar mata'. Padahal kebiasaan itu buruk untuk kesehatan mengingat tubuh akan kaget usai belasan jam tidak terisi.

Berikut lima tips agar terhindar dari rasa kalap pada saat berbuka puasa yang diungkap Astri Kurniati, Head of Nutrifood Research Centre dalam acara Buka Bersama Sehat di Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 13 Mei 2019.

1. Langsung minum air putih

Mengingat tubuh tidak terdehidrasi selama belasan jam, maka air putih harus dikonsumsi paling awal saat berbuka. Efek air putih yang dapat memenuhi lambung secara otomatis akan mengurangi rasa kenyang, dan selanjutnya tidak makan banyak.

"Haus banget, tipsnya minum air putih sesegera mungkin. Karena bahayanya dehidrasi di tubuh kita kekurangan cairan, dapat digantikan dengan minum air putih," ujar Astri.

2. Hindari minuman terlalu manis

Minum air teh dan kolak dengan gula memang baik, tapi tidak disarankan gula berlebih. Kandungan gula yang banyak ternyata tidak mengobati rasa haus, sebaliknya akan semakin haus dan haus lagi.

Baca juga: Jangan 'Lapar Mata' Saat Buka Puasa, Ingin Sehat atau Sesat?

"Lebih karena sensori rasa gula di mulut, walau manis diminum. Tubuh memang sudah terhidrasi, tapi di mulut itu rasanya mau minum lagi. Minum air putih sensasinya dengan manis itu yang ditingggalkan itu beda," ungkapnya.

3. Konsumsi buah

Diakui Astri jika minuman dan makanan manis ampuh menjadi karbohidrat sederhana dan jadi cara cepat mengobati rasa lapar. Namun disarankan makanan manis datang dari buah. Selain karbohidrat sederhana alami, buah juga mengandung serat, vitamin, dan mineral. Jadi asupan makananpun tidak banyak.

"Seperti dilakuin juga kan sama Nabi, buka puasa pakai buah kurma, karena kandungan seratnya yang banyak," imbuhnya.

4. Hindari gorengan

Sesuatu yang digoreng, kadar lemaknya sudah pasti tinggi. Padahal, lemak merupakan zat yang lama dan sulit diolah tubuh. Karenanya, tubuh merasa selalu lapar dan kurang. Belum lagi saat belasan jam tidak bekerja, langsung mendapat kerjaan yang berat untuk mengolah lemak.

Baca juga: Sering Makan Kolak Saat Buka Puasa, Sehatkah?

"Buat lihat jumlah lemaknya bisa dilihat pada jumlah minyak yang digunakan sebelum menggoreng dan setelah digoreng. Sedangkan jumlah maksimal asupan lemak per hari itu 67 gram atau setara 5 sendok makan," paparnya.

5. Berikan jeda makan besar

Setelah berbuka disarankan tidak langsung makan besar tapi beri jeda untuk shalat maghrib dan isya atau tarawih terlebih dahulu baru kemudian makan  besar. Ini untuk meringankan kinerja lambung agar  tidak terlalu menumpuk makanan yang diolah.

"Setelah sahlat maghrib, makan malam seperti biasa. Habis itu selesai, tidur, sahur lagi," tutupnya.

Share this Post:
Tim Pantau
Penulis
Rifeni
Reporter
Dini Afrianti Efendi
Category
Ragam

Berita Terkait: