Pantau Flash
Dilepas Klub Belgia, Firza Andika Gabung PSM Makassar
Awan Setho Cedera, Simon Panggil Teja Paku Alam
Manokwari Rusuh, Polisi Cari Penyebar Konten Video Provokasi
Kerusuhan Manokwari: 3 Polisi Jadi Korban, Kapolda dan Pangdam Dilempari
Fix! Donald Trump Tegaskan AS Tak Akan Berbisnis Dengan Huawei

5 Kriteria Orang yang Harus Membayar Fidyah Saat Tidak Berpuasa

5 Kriteria Orang yang Harus Membayar Fidyah Saat Tidak Berpuasa Ilustrasi. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Wanita yang berhalangan alias sedang dalam masa menstruasi memang dilarang berpuasa dan wajib mengganti puasa di kemudian hari. Tapi ada loh beberapa orang yang selain harus mengganti puasa, ia juga harus membayar fidyah atau sedekah.

Mengutip karya Ustad Irfan Sufandi, M.Ag 'Ensiklopedi Puasa', fidyah juga dianggap langkah penebusan dosa akibat tidak berpuasa karena ada halangan. Perhitungannya, setiap sehari tidak puasa ia wajib memberi satu mug atau lima per enam liter beras.

"Atau seukuran makanan yang mengenyangkan dan diberikan kepada orang miskin," ujar Ustad Irfan dalam bukunya yang dikutip Pantau.com, Sabtu (11/5/2019).

Hal ini sebagaimana tertulis dalam Alquran, Al-Baqarah ayat 184, "Bagi orang yang sulit melakukannya (puasa), hendaklah mereka membayar fidyah, yaitu memberi makan orang miskin."

Berikut lima kriteria orang yang boleh membatalkan puasa dan diwajibkan membayar fidyah.

1. Tua renta 

Orang tua atau lansia biasanya rentan bermasalah dengan kesehatan. Bahkan, sering kali bila tak mengonsumsi obat di waktu tertentu ia akan terkena sakit parah. Masalah yang sering ditemukan, yakni mereka mudah lupa, atau menderita pikun sehingga tidak bisa mengingat waktu puasa dan makan.

2. Sakit dan tidak punya harapan sembuh

Biasanya ditemukan pada penyakit bergejala serius, seperti diabetes parah yang dapat menyebabkan kerusakan otak jika ia mengalami hipoglikemia atau gula darah tak terkendali. Karenanya, ia harus segera membatalkan puasa dan mengonsumsi gula.

3. Orang dengan pekerjaan berat

Tipe pekerjaan berat seperti tukang bangunan yang kerja di terik sinar matahari, dan energi cepat terkuras serta badan mudah lelah jika tidak mengonsumsi air. 

Baca juga: Selain Makan dan Minum, Ini 5 Hal yang Bisa Membatalkan Puasa

Meski demikian, ada beberapa yang tetap mampu berpuasa. Akan tetapi jika tak kuat dan tidak punya pekerjaan lain, ia boleh membatalkan puasa dengan syarat membayar fidyah.

4. Narapidana dengan pekerjaan berat

Meski jarang ditemui, namun masih ada beberapa penjara yang membebani pekerjaan dan tugas berat untuk para narapidananya. Dalam kasus ini, narapidana tersebut boleh membatalkan puasa asal membayar fidyah.

5. Ibu hamil dan menyusui

Khawatir mengganggu kesehatannya dan anak saat berpuasa, ibu hamil atau menyusui dibolehkan tidak berpuasa. Namun kriteria ini sering masih jadi perdebatan di kalangan ulama. Ada yang mengatakan cukup dengan mengganti puasa di lain hari, ada pula yang harus diikuti dengan fidyah.

Baca juga: Mengenal Asal Muasal Umat Islam Diwajibkan Puasa Sebulan Penuh

"Jika mereka berbuka khawatir akan keselamatan anaknya saja, maka wajib mengqhada (mengganti puasa) dan membayar fidyah. Tetapi jika ia khawatir terhadap dirinya sendiri dan anaknya, maka ia hanya wajib mengqhada-nya," tulis Ustad Irfan sebagaimana pendapat Ahmad dan Syafi'i.

Share this Post:
Tim Pantau
Penulis
Rifeni
Reporter
Dini Afrianti Efendi
Category
Ragam

Berita Terkait: