Pantau Flash
Penyuap Romahurmuziy Dituntut 3 Tahun Penjara dan Ditolak Jadi JC
Beberkan Cairan Kimia, TPF Sebut Pelaku Tak Ada Niat Bunuh Novel Baswedan
Bentrok Warga Terjadi di Mesuji, Tiga Orang Dikabarkan Tewas
Melaju ke Babak Kedua, Della/Rizki Dibayangi Rekor Buruk
Keponakan Prabowo Cabut Gugatan, Mulan Jameela Lanjut Gugat Gerindra

Abang Ojol Kena Suspend? Jangan Khawatir, Lembaga Ini Bisa Bantu

Abang Ojol Kena Suspend? Jangan Khawatir, Lembaga Ini Bisa Bantu Pemberitahuan suspend

Pantau.com - Pemerintah sedang mengkaji aturan terkait motor sebagai kendaraan umum. Terutama menyikapi semakin maraknya penggunaan ojek online (ojol). Aturan ini juga akan membahas 4 hal yakni aturan tarif, aturan kemitraan, keamanan dan keselamatan.

Salah satu yang dinilai kursial yakni terkait sistem kemitraan atau juga aturan suspend. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiadi mengungkapkan banyak kasus suspend yang menjadi polemik diantara pengemudi dan aplikator. 

"Kalau suspend, selama ini yang menjadi isu saat ini, saat mereka ingin mendedikasikan pada profesinya membeli motor/mobil, kemudian sudha tidak bekerja pada tempat lain, tapi karena persoalan yang dia tidak tahu dalam versinya pengemudi, tiba-tiba (terkena) suspend," ujarnya saat FGD terkait aturan Ojek Online di Universitas Bakrie, Jakarta Pusat, Kamis (10/1/2019).

Baca juga: Orang Terkaya di Dunia Jeff Bezos Bercerai, Ada Pembagian Harta Gono Gini?

Terkait hal tersebut, pihaknya berencana untuk membentuk kelembagaan yang independen untuk menangani permasalahan suspend antara aplikator dan pengemudi transportasi online.

"Harapannya adalah, saat suspend ada klarifikasi. Nah kalau demikian perlu entitas semacam kelembagaan dan kelembagaan itu independen, untuk menilai konflik antara pengemudi dan aplikator," ungkapnya.

Sehingga kata dia, penyebab suspend dapat diketahui. Selain itu juga ada batas-batas pelanggaran yang dikenakan sanksi suspend namun ada juga yang tidak boleh dikenakan sanksi suspend.

Baca juga: Butuh Berapa Ton Agar Limbah Freeport Bisa Jadi Batako?

"Sehingga nanti saat di-suspend pengemudi sudah tau permasalahan, karena memang versi aplikator banyak pengemudi yang karena indikasi nakal, pidana, ada beberapa tingkatan pelanggaran yang dilakukan pengemudi, jadi nanti masing-masing ada suatu punishment, berbeda," jelasnya. 

"(Jadi) bukan (hanya) karena tak mengambil order lalu di-suspend, kalau yang pidana/order fiktif mungkin bisa dilakukan suspend, selain juga bisa dilaporkan ke kepolisian kalau yang pidana," pungkasnya.

Share this Post:
Tim Pantau
Penulis
Nani Suherni
Reporter
Ratih Prastika
Category
Ekonomi

Berita Terkait: