Pantau Flash
Sulitnya Klaim Asuransi Masuk 10 Besar Keluhan Konsumen Indonesia
4 Bocah Jadi Tewas Akibat Kebakaran Rumah di Kota Batu
Bukan Erick Thohir, Gojek Justru Tarik Boy Thohir untuk Isi Kursi Komisaris
Kemenpora-PASI Saring Atlet Berprestasi di ASG untuk SEA Games
Kabar Buruk, PHK Pekerja Nissan Bertambah Hingga 10.000

Ada di Posisi Tiga Hasil Survei, Golkar: Kekuatan Kami di Jaringan Partai

Ada di Posisi Tiga Hasil Survei, Golkar: Kekuatan Kami di Jaringan Partai Golkar (Ilustrasi: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Sekjen Golkar Lodewijk Freidrich Paulus angkat bicara terkait hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang menempatkan partai itu di posisi ketiga dengan elektabilitas 11,3 persen. Menurutnya, hasil survei tidak bisa dijadikan patokan kekuatan partai berlambang beringin tersebut.

"Kekuatan Golkar ada pada jaringan, bukan hasil survei," kata Sekjen Golkar Lodewijk Freidrich Paulus dihubungi di Jakarta, Jumat (14/9/2018).

Baca juga: Setnov Sebut Eni Saragih Punya Bukti Aliran Dana Suap PLTU Riau-1 ke Munaslub Golkar

Lodewijk mengatakan survei pada Juli lalu, elektabilitas Golkar masih berada di posisi kedua. Sehingga jika survei terbaru LSI menempatkan Golkar pada posisi ketiga, artinya pergeseran belum terlampau lama dan dapat segera bergeser kembali.

Ia pun meminta seluruh kader Golkar yang menjadi calon legislatif untuk segera terjun turun ke bawah menemui konstituen.

Sebelumnya hasil lembaga survei LSI Denny JA menempatkan Golkar berada di posisi ketiga di bawah PDI Perjuangan dan Gerindra dari sisi elektabilitas.

Sebanyak 24,8 persen responden memilih PDI Perjuangan, sebanyak 13,1 persen memilih Gerindra, Golkar 11,3 persen, PKB 6,7 persen, Demokrat 5,2 persen, PKS 3,9 persen, PPP 3,2 persen, Nasdem 2,2 persen, dan sisa partai lain masing-masing dipilih oleh responden dengan jumlah di bawah dua persen.

Baca juga: Golkar Klaim Yenny Wahid Lebih Dekat dengan Kubu Jokowi-Ma'ruf

Turunnya elektabilitas Golkar menurut LSI disebabkan karena kasus korupsi yang sempat dilakukan kader partai itu, termasuk yang terakhir terkait kasus korupsi PLTU Riau 1.

Terkait hal ini Lodewijk menegaskan bahwa kasus korupsi yang dilakukan kader Golkar termasuk suap proyek PLTU Riau 1, dilakukan atas inisiatif pribadi bukan atas instruksi Partai Golkar.

Lodewijk juga membantah kabar yang menyebutkan uang suap proyek PLTU Riau 1 mengalir untuk kegiatan Munaslub Golkar 2017.

"Jadi apa yang dilakukan oknum kita serahkan ke KPK. Golkar selalu anti terhadap praktik korupsi," tegasnya.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Adryan Novandia
Category
Nasional

Berita Terkait: