Pantau Flash
Tundukkan Sesama Wakil Jepang, Yuki/Sayaka Rebut Juara Indonesia Open 2019
Vatikan Bongkar Makam untuk Cari Gadis Hilang 36 Tahun Silam di Roma
Cabor Bulu Tangkis Sukses Kawinkan Emas di Asean School Games 2019
Menteri Susi Ancam "Tenggelamkan" Pembuang Sampah Plastik ke Laut
Indonesia Pimpin Klasemen ASEAN School Games 2019

Amazon Akan Tutup Toko Online di China, Tak Kuat Lawan Alibaba CS

Headline
Amazon Akan Tutup Toko Online di China, Tak Kuat Lawan Alibaba CS Amazon di China (Foto: Getty Image)

Pantau.com - Amazon berencana untuk menutup toko online-nya di China yang memungkinkan pembeli untuk membeli dari penjual lokal karena mengurangi operasi di negara itu.

Perusahaan itu mengatakan tidak akan lagi menjalankan pasar domestik mulai Juli, tetapi pembeli China masih bisa memesan barang dari toko global Amazon.

Ini juga akan terus mengoperasikan bisnis cloud-nya di China. Retret ritel datang ketika Amazon menghadapi persaingan ketat dari rival lokal Alibaba dan JD.com.

Reuters pertama kali melaporkan rencana Amazon untuk menutup pasar domestiknya di China pada pertengahan Juli untuk fokus pada bisnis yang lebih menguntungkan yang menjual barang-barang luar negeri dan layanan cloud. Divisi cloud computing Amazon yang menguntungkan menyelenggarakan sejumlah besar dunia korporat di server datanya. Seorang juru bicara perusahaan memberikan pertanyaan.

Baca juga: Habis Ratusan Miliar di Pilpres, Saham Sandiaga Juga Anjlok 8 Persen

"Bekerja sama dengan penjual kami untuk memastikan transisi yang lancar dan untuk terus memberikan pengalaman pelanggan sebaik mungkin," ujarnya.

Konsumen yang mengakses portal web China Amazon, Amazon.cn, setelah 18 Juli akan melihat pilihan barang dari toko globalnya.

Amazon membeli Joyo.com, pengecer buku, musik dan video Tiongkok, dengan harga $ 75 juta (£ 57,4 juta) pada tahun 2004. Amazon mengganti nama perusahaan tersebut menjadi Amazon.cn pada tahun 2007.

Baca juga: Ivanka Buka-bukaan Soal Tawaran Donald Trump Jadi Presiden Bank Dunia

Tetapi telah berjuang untuk bersaing dengan pemain dominan JD.com dan pasar Tmall Alibaba di China. Pergeseran dari ekonomi terbesar kedua di dunia itu terjadi ketika perusahaan itu menanamkan investasi besar ke India.

Amazon telah berkomitmen untuk membelanjakan $ 5,5 miliar untuk e-commerce di India, di mana ia bersaing dengan pesaing lokal Flipkart.

Tahun lalu, Amazon meluncurkan versi bahasa Hindi dari situs web seluler dan aplikasi telepon pintarnya dalam upaya untuk menarik jutaan pelanggan baru di negara itu.

Share this Post:
Tim Pantau
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: