Forgot Password Register

Banyak PHK, Bagaimana Nasib Pelinting Rokok Kretek?

Banyak PHK, Bagaimana Nasib Pelinting Rokok Kretek? Ilustrasi (Pixabay)

Pantau.com - Pemerintah diminta mencari solusi untuk melindungi kesejahteraan pelinting di pabrik sigaret kretek tangan yang dipecat menyusul penutupan pabrik yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Ketua Federasi Serikat Pekerja Rokok, Tembakau, Makanan dan Minuman (FSP RTMM) Sudarto mengatakan belum tersedia lapangan pekerja pengganti untuk pelinting.

"Karena pendidikan dan keterampilan terbatas, mereka tidak bisa begitu saja pindah kerja ke sektor lain atau bersaing dengan pencari kerja di sektor lain. Negara perlu hadir untuk mereka," ujarnya melalui siaran presnya, Rabu (4/7/218).

Sudarto menyebut dalam rentang 2006-2016, sedikitnya 3.100 pabrik tutup dan 32.000 pekerja diberhentikan. Sebagian besar dari puluhan ribu pekerja itu adalah pelinting lantaran hampir seluruh pabrik yang ditutup merupakan pabrik sigaret kretek tangan (SKT).

"Data jumlah pekerja yang diberhentikan dikhawatirkan lebih banyak. Sebab, ada sejumlah pabrik yang tidak tergabung di asosiasi dan data mereka tidak terpantau," imbuhnya.

Baca juga: Mengintip Bisnis Hotel Kapsul yang Mulai Ngetop

Menurutnya, pemerintah harus melihat akar masalah tersebut, yakni semakin berkurangnya pabrik SKT. Ia menilai sejumlah kebijakan pemerintah telah mendorong penurunan konsumsi rokok khususnya SKT.

Berdasarkan karakter produk, konsumsi SKT butuh waktu lebih lama dibandingkan konsumsi sigaret kretek mesin (SKM).

Padahal, berbagai regulasi mendorong waktu konsumsi rokok semakin singkat. Akibatnya, semakin banyak orang beralih ke SKM dan SKT ditinggalkan.

"Pemerintah seharusnya mempertimbangkan juga nasib pekerja SKT. Pemerintah harus mencari solusi untuk kesejahteraan pelinting. Mereka juga warga negara Indonesia dan pemerintah harus hadir untuk mereka," pungkas Sudarto.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More