Pantau Flash
Penyuap Romahurmuziy Dituntut 3 Tahun Penjara dan Ditolak Jadi JC
Beberkan Cairan Kimia, TPF Sebut Pelaku Tak Ada Niat Bunuh Novel Baswedan
Bentrok Warga Terjadi di Mesuji, Tiga Orang Dikabarkan Tewas
Melaju ke Babak Kedua, Della/Rizki Dibayangi Rekor Buruk
Keponakan Prabowo Cabut Gugatan, Mulan Jameela Lanjut Gugat Gerindra

Bawaslu Usulkan Pemungutan Suara Ulang, Darimana Anggarannya?

Bawaslu Usulkan Pemungutan Suara Ulang, Darimana Anggarannya? Ilustrasi Pemilu (Pantau.com/Amin H Al Bakki)

Pantau.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di beberapa wilayah di Indonesia meminta adanya Pemungutan Suara Ulang (PSU) dalam Pemilihan Umum Langsung (Pemilu). Lalu bagaimana persoalan anggarannya?

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Askolani memastikan tidak ada penambahan anggaran untuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) jika harus melakukan Pemilu ulang, sebab sudah dianggarkan untuk dana anggaran sepanjang 2019.

"Pagu KPU untuk satu tahun ada kegiatan personal dan di lapangan. Itu sudah diperhitungkan secara total kalaupun ada tambahan kegiatan, kalau ada pengulangan pemilihan, tidak banyak dampak tambahan anggarannya. Itu masih mencukupi dari pagu," ujarnya saat jumpa pers di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Senin (22/4/2019).

Baca juga: Operator Taxi Mulai Gunakan Mobil Listrik, Jonan Langsung Sentil PLN

Ia menambahkan, jika memang dana tersebut nantinya mengalami kekurangan maka harus mengusulkan dana tambahan sesuai mekanisme yang berlaku.

"Pagu nya KPU satu tahun, kalau butuh tambahan signifikan untuk susulan maka bisa pakai pagu yang ada untuk Desember 2019. Tapi KPU akan mengevaluasi dan melihat apakah kurang, triwulan-III baru bisa dilihat cukup atau tidak. Jadi belum ada usulan. Kalau ada kekurangan baru diusulkan di triwulan-III," paparnya.

Baca juga: Ramadan 2 Pekan Lagi, Bawang Putih dan Cabai Naik Rp3.000 per Kilogram

Sebelumnya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI menyebut ada 1.395 tempat pemungutan suara (TPS) yang berpotensi melakukan pemilihan umum (Pemilu) ulang.

Komisioner Bawaslu Fritz Edward Siregar mengatakan, Pemilu susulan dilakukan karena ribuan TPS tersebut belum terdistribusi logistik dengan baik. Ribuan TPS tersebut tersebar di sejumlah titik di Indonesia dan sebagian besar berada di Papua.

"Jumlah TPS yang dilakukan PSU (Pemungutan Suara Ulang) ada 38 TPS sedangkan Pemilu susulan berpotensi 1.395 TPS," kata Fritz ketika konfrensi pers di Kantor Bawaslu, Jakarta, Rabu (17/4/2019).

Share this Post:
Tim Pantau
Penulis
Nani Suherni
Reporter
Ratih Prastika
Category
Ekonomi

Berita Terkait: