Pantau Flash
Sainsbury Akan Stop Berjualan Kembang Api
Timnas Panahan 'Downgrade' Target Medali di SEA Games 2019
Pertumbuhan Ekonomi China di Kuartal ke-3 Meleset dari Ekspektasi
Kementan Dorong Penambahan Satu Juta Petani Milenials
Pemkab Bekasi Minta Proyek LRT Diperpanjang hingga Cikarang

Belum Lapor SPT Pajak Bisa Didenda Lho! Begini Cara Lapornya

Belum Lapor SPT Pajak Bisa Didenda Lho! Begini Cara Lapornya Login laporan pajak

Pantau.com - Laporan pembayaran pajak telah dimulai. Bagi masyarakat yang sudah menjadi wajib pajak jangan lupa untuk melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) atau melaporkan penghitungan dan pembayaran pajak, objek pajak, bukan objek pajak, harta dan kewajiban, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.

Laporan ini dapat dilakukan melalui platform online atau SPT Orang Pribadi (OP). Pegawai Direktorat Jenderal Pajak, Yulis Siswanti menuturkan ada beberapa langkah yang harus dilakukan sebelum membuat laporan SPT OP untuk wajib pajak pribadi. 

Baca juga: Raup Rp10 Juta Perbulan, Pekerjaan Jasa Pengiriman Dianggap Menjanjikan

1. Siapkan Data

Untuk melaporkan SPT OP ini wajib pajak harus menyiapkan setidaknya 6 data. Yakni bukti pemotongan pajak, daftar penghasilan, daftar harta dan utang, daftar tanggungan keluarga, bukti pembayaran zakat/sumbangan lain dan dokumen terkait lainnya.

"Ya, tadi itu bukti potong, EFIN; karena syarat masuknya, lalu daftar harta dan utang, daftar harta di tahun terakhir pelaporan isilah yang sejelas-jelasnya, lalu ketika kita memiliki harta itu apakah kita cash atau kredit sampaikan di keterangan, kalau kita kredit berarti ada utang di kolom utang juga isi sejalas-jelasnya dan utang itu bisa berkurang setiap tahun misal rumah dicicil bisa berkurang utangnya, sampaikan apa adanya," imbuhnya.

2. Siapkan EFIN

Pastikan Anda masih menyimpan Electronic Filing Identification Number (EFIN) yang diberikan oleh Kantor Pelayanan Pajak (KPP).

Jika Anda lupa atau tidak menyimpan EFIN, silakan mencetak ulang EFIN di KPP terdekat.

"Pertama harus ada EFIN-nya untuk e-Filling EFIN harus sudah terdaftar. Untuk kita masuk ke DJP online, kita harus konfirmasi bahwa kita sudah terdaftar NPWP kita untuk kita masuk secara online. Setelah kita konfirmasi atau aktivasi via lewat email makanya saat EFIN itu dicantumkan email, no telepon itu harus ada," katanya. 

"Kalau lupa EFIN-nya, di DJP online nanti ada klik lupa password, tapi pastikan ada no hp kita jadi kalau kita lupa password dia suruh kita masukkan lagi, tapi kalaupun kita masih bingung juga silakan datang ke KPP terdekat ke bagian pelayanan disitu ada petugas yang membantu langsung nanti bisa," imbuhnya.

Baca juga: Ada Pembangkit Listrik Tenaga Uap, Jokowi: Enggak Ada Lagi 'Byar Pet'

3. Masuk ke DJP Online

Saat sudah aktivasi maka sudah terdaftar. Kemudian, masuk lagi ke DJP online lalu pilih sebagai pajak pribadi, yang s atau ss. Nantinya, ada juga petunjuk, ada pilihan secara panduan ada secara eform. 

"Nah kita tinggal pilih nih, kalau secata panduan nanti pertanyaan-pertanyaannya jelas banget tinggal dijawab, penghasilan berapa, misal dibawah 60 juta atau diatas 60, lalu masuk K berapa? K1, K2 itu tanggungan," paparnya. 

4. Cek Keterangan Pajak Anda

Jika perusahaan tempat bekerja telah memberlakukan elektronik SPT maka bukti potong pembayaran pajak anda sebagai karyawan telah terlihat. Jika hasil laporan anda nihil maka status pajak tidak bermasalah namun jika ada lebih bayar dan kurang bayar maka harus segera dilaporkan pembayarannya. 

"Lalu kalau dia sudah pemberi kerjanya e-SPT otomatis sudah keluar bukti potong kita jadi mudah sekali melaporkan SPT tahunan," katanya.

Baca juga: Dirut RNI Sebut Pembangunan Bandara Jadi Biang Kerok Tutupnya Pabrik Gula

5. Ingat Batas Waktu Pelaporan

Pihak yang juga mengingatkan, jangan sampai terlambat melakukan pelaporan SPT. Pasalnya, ada denda yang harus dibayar jika anda terlambat lakukan pelaporan.

"SPT Orang Pribadi (OP) dikasih waktu sampai tanggal 31 Maret 2019. Perlu disampaikan, lewat dari 31 Maret kena denda administrasi Rp 100ribu untuk orang pribadi, Rp 1 juta untuk pajak badan," pungkasnya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Reporter
Ratih Prastika
Category
Ekonomi

Berita Terkait: