Pantau Flash
Tolak Pinangan Barca dan PSG, De Ligt: Saya Mengagumi Juventus
Hingga Akhir 2019, Blok Masela Bisa Dongkrak Cadangan Migas 300 Persen
Pompeo: China Bertanggung Jawab Atas Noda Abadi Abad Ini!
Novri Setiawan Dihukum 2 Laga, Persija Didenda Rp75 Juta
Komedian Nunung Ditangkap Polisi karena Narkoba, Tes Urinenya Positif

Benarkah Instagram Akan Hilangkan Fitur 'Like'?

Benarkah Instagram Akan Hilangkan Fitur 'Like'? Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Instagram dikabarkan mempertimbangkan merombak platform mereka dan menghilangkan fitur unggulan menyukai atau 'Like' supaya pengguna mereka bisa fokus terhadap konten yang diunggah.

Baca juga: Instagram Mudahkan Penggunanya Belanja Online

Seorang pengamat teknis media sosial dan aplikasi, Jane Wong dalam cuitan menyiarkan temuannya berdasarkan kode di prototipe Instagram. Instagram tidak benar-benar menghilangkan 'Like', namun menyembunyikan jumlah 'Like' di sebuah foto.

Menurut Jane Wong, Instagram ingin para pengikut fokus ke apa yang anda bagikan, bukan berapa banyak 'Like' yang didapat, seperti dilansir dari The Verge.

Hanya si pemilik akun yang dapat melihat berapa banyak 'Like' yang didapat dari foto atau video yang dia unggah.

Instagram belum menguji coba fitur ini, mereka menyatakan mencari cara untuk mengurangi tekanan di Instagram.

Sejumlah penelitian menuding media sosial sebagai salah satu penyebab penyakit mental, antara lain depresi, pada para penggunanya. Peneliti di Universitas College London dalam studi yang dimuat di jurnal EclinicalMedicine awal tahun ini mengemukanan media sosial menyebabkan gangguan tidur dan pelecehan daring pada remaja.

Tapi, berdasarkan studi mereka remaja perempuan cenderung lebih menderita akibat masalah ini, mungkin karena mereka lebih aktif dalam obrolan situs.

Baca juga: Kominfo Jelaskan Penyebab Gangguan WhatsApp, Facebook, dan Instagram

Penulis penelitian tersebut, Profesor Yvonne Kelly, mengatakan remaja perempuan lebih banyak menggunakan media sosial setiap hari dan hal tersebut meningkatkan gejala depresi secara bertahap. Sementara itu, skor gejala depresi lebih tinggi terhadap remaja lelaki yang menggunakan media sosial selama tiga jam atau lebih per hari.

Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Gilang K. Candra Respaty
Category
Ragam

Berita Terkait: