Forgot Password Register

Bentrokan di Jalur Gaza Semakin Panas, 55 Warga Palestina Tewas

Bentrokan di Jalur Gaza. (Foto: Reuters/Ibraheem Abu Mustafa) Bentrokan di Jalur Gaza. (Foto: Reuters/Ibraheem Abu Mustafa)

Pantau.com - Bentrokan pengunjuk rasa Palestina dan tentara Israel di bagian timur Jalur Gaza di dekat perbatasan dengan Israel masih terus terjadi. Insiden itu menewaskan puluhan warga serta melukai ribuan orang Palestina.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza Ashraf Al-Qedra mengatakan, tentara Israel telah menembak hingga tewas 55 orang Palestina dan melukai 2.771 orang lagi, Selasa (15/5/2018). Itu merupakan hari paling buruk sejak berakhirnya agresi besar militer Israel terhadap Jalur Gaza pada musim panas 2014.

Ban dibakar di seluruh jalan utama untuk menentang pemindahan Kedutaan Besar AS ke Jerusalem.

"Hari ini, rakyat pergi ke daerah di bagian timur Jalur Gaza untuk mengubah sejarah dan mencatat tahap penting dalam sejarah mereka dan perjuangan mereka," kata Pemimpin Front Rakyat bagi Pembebasan Palestina Jamil Mizher.

Baca juga: Cuaca Ekstrem Kepung India, 66 Orang Meregang Nyawa

"Rakyat kami keluar untuk mengatakan "tidak" buat semua persekongkolan yang ditujukan kepada masalah Palestina."

Sementara itu, Kepala sub-delegasi Komite Palang Merah Internasional di Jalur Gaza Gilan Devorn menyerukan agar warga Palestina berhenti untuk ikut dalam aksi proters pemindahan Kedubes AS ke Yerusalem dari Tel Aviv.

Pemimpin utama HAMAS di Jalur Gaza Mahmoud Zahar mengatakan kepada wartawan selama ketikut-sertaannya dalam pertemuan terbuka di bagian selatan Jalur Gaza, ia berjanji tak akan berhenti memerangi tindak-tanduk Presiden AS Donald Trump.

"(Presiden AS Donald) Trump yang memindahkan kedutaan besar negerinya ke Jerusalem tanpa keprihatinan atau penangkalan apa pun, bertanggungjawab yang  atas tumpahnya darah rakyat Palestina hari ini," kata Zahar.

Baca juga: 10 Wanita Bangladesh Tewas Saat Antre Sedekah Jelang Ramadan

Share :
Komentar :

Terkait

Read More