Pantau Flash
Kapolri Sebut Pelarangan Demonstrasi Agar Negara Tak Kecolongan
4 Hari Lagi, Yahoo Tutup Layanan Group dan Seluruh Konten
Akses Keluar Tol Slipi Arah Gatot Subroto Ditutup karena Isu Demo
IMF: Perekonomian Dunia Melambat ke Titik Terendah
Nol Prestasi, AC Milan Tekor Banyak Musim Ini

Berita Gembira, Penyembuhan Demensia Menemui Titik Terang

Berita Gembira, Penyembuhan Demensia Menemui Titik Terang Ilustrasi demensia. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Peneliti pada Queensland Brain Institute berhasil dalam mengujicobakan penyembuhan penyakit demensia dan sepenuhnya mengembalikan fungsi otak.

Dilansir dari ABC News, penelitian yang dilakukan pada tikus percobaan itu berhasil menghancurkan plak beracun yang ada pada otak seekor tikus dengan menggunakan perawatan non-invasif dan tidak beracun serta ultrasound.

Para peneliti ini mampu menyuntikkan gelembung mikro ke otak tikus yang, ketika digunakan dengan ultrasound, dapat memulihkan fungsi otak hewan tersebut sepenuhnya.

Salah satu peneliti Profesor Jugen Gotz menjelaskan, penemuan ini sama sekali tidak terduga.

"Kognisi bisa dipulihkan. Tikus tersebut baik-baik saja setelah uji coba. Ini kejutan bagi kami, namun jelas sangat menggembirakan," katanya.

Kini uji coba serupa akan diterapkan maksimal 10 pasien demensia di Brisbane dengan pendanaan dari pemerintah Australia sebesar 10 juta dolar.

Profesor Gotz yakin metode ini akan sangat efektif jika perawatan demensia dimulai sedini mungkin.

"Idealnya kami akan merawat pasien pada tahap pra-gejala," katanya.

"Kami ingin mengobatinya sedini mungkin sebelum semua kerusakan terjadi. Saat ini tidak ada obat untuk penyakit Alzheimer, atau setiap jenis demensia," tambah Prof Gotz.

Jika tidak ada terobosan medis, maka jumlah orang Australia yang hidup dengan demensia diperkirakan meningkat menjadi 1,1 juta pada tahun 2056.

Profesor Peter Hoj dari Universitas Queensland mengatakan tindakan mendesak seperti uji klinis sangat penting.

"Pendanaan ini akan memastikan kita bisa menjaga pemikiran terpintar di dunia untuk fokus menemukan obat demensia," katanya.

Baca juga: Kabar Baik Nih Bro, Tak Cuma Bikin Melek, Ternyata Kopi Juga Bagus Buat Kesehatan Otak

Profesor Gotz menambahkan para peneliti berhasil dalam mengujicobakan metode ini pada domba dan tikus. Sehingga langkah selanjutnya, katanya, adalah mengujicobakannya pada manusia melalui uji coba yang aman.

"Tujuan jangka panjangnya yaitu menghasilkan perangkat portabel dengan harga terjangkau, yang akan membantu jutaan pasien Alzheimer di negara kita dan di seluruh dunia," kata Profesor Gotz.

Salah satu penderita demensia yaitu pesohor Australia, Jeannie Little, yang didiagnosis 10 tahun lalu.

Putrinya, Katie Little, menggambarkan kemerosotan ibunya akibat demensia dan mengatakan kondisi Jeannie mengalami penurunan dengan cepat.

Baca juga: Waspada! Kesepian Bisa Jadi Pemicu Alzheimer

"Ini terjadi tanpa terdiagnosis sudah lama," kata Katie.

Dia mengaku sering dihubungi orang yang mengkhawatirkan kondisi ibunya. Mereka melihat Jeannie sering lupa apa yang harus dilakukan saat berada di panggung.

"Saya hadir saat ibuku didiagnosis dan belum tahu implikasinya. Dia menyembunyikan keadaan bahwa sakitnya sudah parah," ujar Katie.

Saat ini tercatat sekitar 400.000 pasien demensia di Australia dan 40 juta pasien di seluruh dunia.

Tim Pantau
Penulis
Rifeni
Category
Ragam