Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Lifestyle

Pakar Ungkap Asal Usul Nama Virus Nipah yang Kembali Jadi Perhatian Dunia

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pakar Ungkap Asal Usul Nama Virus Nipah yang Kembali Jadi Perhatian Dunia
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Virus Nipah, ancaman baru setelah pandemi COVID-19. ANTARA/Shutterstock/aa..)

Pantau - Adjunct Professor Griffith University Prof. Tjandra Yoga Aditama menjelaskan asal mula penamaan virus Nipah yang kembali ramai diperbincangkan seiring meningkatnya kewaspadaan global terhadap penyakit tersebut.

Penjelasan itu disampaikan Prof. Tjandra karena dunia saat ini mengikuti dengan waspada perkembangan penyakit akibat virus Nipah yang kasusnya tercatat terjadi di India.

Prof. Tjandra menegaskan bahwa nama Nipah bukan berasal dari bahasa India, melainkan dari bahasa Melayu yang dikenal luas di kawasan Asia Tenggara.

“Kita dan juga dunia mengikuti dengan waspada perkembangan penyakit akibat Virus Nipah, yang pada saat ini kasusnya ada di India. Tentu nama virus ini, Nipah, bukanlah bahasa India, ini adalah bahasa Melayu yang kita kenal bersama,” ungkap Prof. Tjandra.

Ia menjelaskan bahwa berdasarkan penyelidikan epidemiologi, klaster awal penyakit akibat virus Nipah bermula pada akhir September 1998.

Klaster pertama terjadi di dekat Kota Ipoh, Negara Bagian Perak, Malaysia.

Klaster kedua muncul di sekitar Kota Sikamat, Negara Bagian Negeri Sembilan, pada Desember 1998 hingga Januari 1999.

Pada dua klaster awal tersebut, penyakit ini belum dikenali dan sempat diduga sebagai Japanese Encephalitis.

Penyakit tersebut juga pernah diduga sebagai penyakit Hendra sebagaimana dilaporkan dalam jurnal ilmiah Morbidity Mortality Weekly Report berjudul Outbreak of Hendra Like Virus Malaysia and Singapore 1998–1999 yang terbit pada April 1999.

Klaster ketiga kemudian terjadi dan menjadi wabah terbesar di Kampung Sungai Nipah dan Bukit Pelandok serta wilayah sekitarnya di daerah Port Dickson, Negara Bagian Negeri Sembilan.

Klaster ketiga tersebut bermula pada Desember 1998 dan mendorong pemerintah setempat memberlakukan lockdown di Kampung Sungai Nipah.

Data dari wilayah tersebut digunakan untuk penelitian mendalam yang menyimpulkan bahwa penyakit itu disebabkan oleh virus baru.

Virus baru tersebut kemudian diberi nama virus Nipah, merujuk pada desa di Malaysia tempat virus itu pertama kali ditemukan secara resmi.

Prof. Tjandra menyebutkan bahwa buku Nipah Virus Infection terbitan WHO Southeast Asia Regional Office tahun 2008 menjelaskan secara rinci asal penamaan virus Nipah.

Ia menjelaskan bahwa pada awal kemunculannya, penyakit ini diduga sebagai Japanese Encephalitis karena pasien mengalami radang otak atau ensefalitis.

Gejala tersebut juga ditemukan pada penyakit Hendra sehingga sempat terjadi kekeliruan identifikasi.

Virus Nipah dan virus Hendra diketahui memiliki asal-usul yang berdekatan dan kemudian digabungkan dalam satu genus virus baru bernama Henipavirus.

Nama Henipavirus berasal dari gabungan kata Hendra dan Nipah serta termasuk dalam familia virus Paramyxoviridae.

Prof. Tjandra Yoga Aditama merupakan mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara serta pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Kepala Badan Litbang Kesehatan.

Penulis :
Ahmad Yusuf