Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Penutupan Lima Dapur MBG di Nabire Dilakukan untuk Perbaikan IPAL dan Jamin Keamanan Pangan

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Penutupan Lima Dapur MBG di Nabire Dilakukan untuk Perbaikan IPAL dan Jamin Keamanan Pangan
Foto: Korwil BGN Nabire Marsel Asyerem saat berdilaog dengan tenaga kerja di SPPG Nabarua Bukit Cenderawasih (sumber: ANTARA/Ali Nur Ichsan)

Pantau - Badan Gizi Nasional (BGN) menutup sementara lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, guna memastikan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) memenuhi standar dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Penutupan Sementara Demi Standar Kebersihan

Koordinator Wilayah BGN Nabire Marsel Asyerem menyatakan langkah tersebut merupakan bentuk komitmen menjaga kebersihan dan keamanan pangan bagi para siswa penerima manfaat.

"Penutupan ini adalah upaya kami memastikan seluruh fasilitas dapur memenuhi standar operasional, terutama terkait pengolahan limbah," ungkapnya.

Lima SPPG yang ditutup sementara yakni SPPG 001 Siriwini, SPPG Nabire Nabarua Bukit Cenderawasih, SPPG 02 Kalisusu, SPPG 01 Bumi Wonorejo, dan SPPG Gerbang Sadu.

Kelima dapur tersebut terakhir mendistribusikan makanan ke sekolah pada 1 April 2026 sebelum operasional dihentikan sementara.

Penutupan dilakukan karena pengelola belum melengkapi fasilitas IPAL sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

BGN sebelumnya telah memberikan peringatan sejak awal Maret dengan batas akhir pemenuhan pada 31 Maret 2026.

Namun hingga tenggat waktu tersebut, masih terdapat SPPG yang belum memenuhi standar sehingga dikenakan sanksi penutupan sementara.

Perbaikan Ditargetkan Rampung Saat Libur Sekolah

Marsel berharap pengelola segera melakukan perbaikan agar layanan pemenuhan gizi dapat kembali berjalan optimal bagi para siswa.

"Kami berharap perbaikan dapat segera dilakukan sehingga layanan bisa kembali normal dan aman," ujarnya.

Masa libur sekolah pada 2 hingga 6 April dimanfaatkan untuk mempercepat perbaikan fasilitas IPAL di masing-masing dapur.

BGN menargetkan seluruh SPPG yang ditutup dapat kembali beroperasi pada 7 April 2026 apabila telah memenuhi persyaratan.

Seluruh fasilitas dapur yang disediakan mitra wajib diverifikasi oleh BGN termasuk kelengkapan IPAL karena fasilitas tersebut merupakan sewaan dalam program MBG.

BGN memastikan seluruh fasilitas memenuhi standar operasional agar kualitas layanan tetap terjaga.

Dari total 12 SPPG yang beroperasi di Nabire, sebanyak lima dihentikan sementara sementara tujuh lainnya tetap beroperasi.

Penutupan ini merupakan tindak lanjut rekomendasi Satgas Percepatan MBG Nabire yang telah diajukan ke BGN pusat untuk mendapatkan keputusan akhir.

Penulis :
Arian Mesa