Forgot Password Register

Blak-blakan! Ini Alasan Ferdinand Hutahaean 'Walkout' Saat Jokowi Pidato di Rapimnas Demokrat

Ketua Divisi Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean. (Foto: Twitter/@LawanPoLitikJKW) Ketua Divisi Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean. (Foto: Twitter/@LawanPoLitikJKW)

Pantau.com - Ketua Divisi Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean angkat bicara soal aksi walkout saat Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato di Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas), Sabtu 10 Maret 2018 lalu.

Ferdinand mengatakan, sikap walkout yang ia lakukan lantaran kecewa dengan janji politik yang pernah diucapkan Jokowi saat kampanye Pilpres 2014 lalu. Seperti diketahui, Ferdinand adalah salah seorang relawan Bara JP yang eksis kala itu.

"Jadi begini, sikap saya keluar saat Pak Jokowi pidato itu adalah sebuah prinsip. Saya kecewa sama dia (Jokowi) karena telah melanggar janji politiknya. Saya kan dulu ikut Pak Jokowi, jadi saya paham betul. Ada tiga janji kampanye yang dilanggar," kata Ferdinand kepada Pantau.com ketika dihubungi, di Jakarta, Selasa (13/3/2018).

Pertama, ia mengatakan adalah janji kampanye soal utang negara. Dulu, kata dia, Jokowi berjanji akan memangkas utang Indonesia pada luar negeri. Namun nyatanya, utang luar negeri Indonesia per Februari 2018 mencapai Rp4.754 triliun.

"Kedua saya kecewa soal asing. Saya masih ingat dulu Jokowi bakal menutup seluruh pintu bagi asing. Tapi sekarang, seluruh pintu dibuka selebar-lebarnya untuk asing," terang Ferdinand.

Baca juga: Ferdinand 'Walkout' Saat Jokowi Pidato di Rapimnas, Ini Sikap Demokrat

Yang terakhir, lanjutnya, mengenai subsidi negara. "Subsidi tersebut adalah bantuan negara. Itu sangat berguna bagi masyarakat. Jadi apa nanti kalau subsidi dicabut, bagaimana rakyat. Itu sudah melanggar janji kampanye sendiri," paparnya.

Sebelumnya diberitakan Pantau.com, Partai Demokrat siap mengambil langkah hukum terkait aksi walkout kadernya tersebut.

"Saya akan cek, ada mekanisme partai, komisi pengawas sesuai dengan tupoksinya yang akan melakukan klarifikasi kepada yang bersangkutan," ujar Divisi Komunikasi Publik DPP Partai Demokrat Imelda Sari melalui pesan singkatnya kepada Pantau.com.

Ferdinand bergabung dengan Partai Demokrat pada Mei 2017 seusai Pilgub DKI Jakarta.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More