Forgot Password Register

Headlines

BPN Enggan Laporkan Dugaan Sengketa Pemilu, Ini Tanggapan Ketua MK

BPN Enggan Laporkan Dugaan Sengketa Pemilu, Ini Tanggapan Ketua MK Gedung MK (Foto: Pantau.com/Yusuf Fadillah)

Pantau.com - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman enggan menanggapi pernyataan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terkait dugaan kecurangan pelaksanaan pilpres yang sia-sia jika dilaporkan ke MK. 

Anwar menjelaskan sebagai lembaga hukum, MK bersifat pasif dan hanya bisa memproses sengketa yang dilaporkan. 

"MK itu bersifat pasif. Artinya kalau ada perkara masuk MK akan menyidangkan, mengadili, dan memutuskan. Artinya kalau tidak ada perkara yang masuk, tidak ada yang mau mengajukan gugatan ya berarti tidak ada yang disidangkan," kata Anton usai menghadiri acara buka bersama di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (17/5/2019). 

Baca juga: BPN Tolak Ajukan Gugatan ke MK, TKN: Mereka Hanya Giring Opini

"Apapun pernyataan itu kami tidak bisa menanggapi, terserah masing-masing. Yang jelas hak mengajukan itu diberikan oleh konstitusi oleh undang-undang," tambahnya.

Meski BPN telah menarik seluruh saksinya dari KPU, Anwar mengatakan MK tidak dalam wewenang menentukan keabsahan hukum keputusan pemenang pilpres.

"Itu ditanyakan ke KPU. Jadi saya tidak bisa berkomentar semua berpotensi diajukan ke MK terlepas dari apapun pernyataan yang disampaikan tadi. Yang jelas kami tidak mungkin memberikan statement," ucapnya.

Baca juga: Fadli Zon: MK itu Useless Soal Pilpres!

Selain itu, lanjut Anwar, selama tidak ada sengketa yang dilaporkan MK tidak berhak memberikan penilaian terhadap hasil keputusan KPU soal pemenang Pilpres 2019. 

"Kalau tidak ada sengketa berarti apa yang diputuskan oleh KPU kami tidak bisa memberikan penilaian di luar apa yang ada nanti kalau diajukan ke MK. Kalau tidak ada perkara ya berarti kami tidak perlu dong termasuk bagaimana-bagaimananya," pungkasnya.


Share :
Komentar :

Terkait

Read More