Pantau Flash
Selamat Tinggal.... Bioskop XXI di Taman Ismail Marzuki Stop Operasi
Ketua MPR: UU Buatan DPR dan Pemerintah Banyak yang Salahi UUD 1945
Bom Bunuh Diri Terjadi di Ibu Kota Afghanistan, 63 Orang Tewas
Pratu Sirwandi, Prajurit TNI Korban Penembakan KKSB di Papua Gugur
Prabowo: Rencana Pemindahan Ibu Kota Sudah Digodok Gerindra Sejak 2014

Briptu Heidar Ditelepon Seseorang Sebelum Disandera KKB? Ini Jawaban Polisi

Headline
Briptu Heidar Ditelepon Seseorang Sebelum Disandera KKB? Ini Jawaban Polisi Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo (tengah) (Foto:Antara/Galih Pradipta)

Pantau.com - Beredar kabar soal Briptu Heidar mendapat telepon dari seseorang dan meminta untuk menuju lokasi penyanderaan.

Menanggapi hal itu, Karo Penmas DivHumas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menyebut berdasarkan hasil penyelidikan sementara belum ada temuan yang dapat membuktikan hal itu. Akan tetapi, dugaan itu terus akan didalami oleh penyidik.

"Kalau tentang itu masih didalami," ucap Dedi di Grand Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (14/8/2019).

Baca juga: 

Hanya saja, Dedi mengatakan dari informasi yang didapat Briptu Heidar memang memiliki kedekatan dengan masyarakat sekitar lokasi kejadian. Sebab, Briptu Heidar sangat aktif berinteraksi dan menguasai kondisi lingkungan daerah tersebut.

"Dia memiliki kedekatan dengan masyarakat di sana. Masyarakat juga merasa dekat dengan korban," kata Dedi.

Lebih jauh, Dedi menuturkan hingga saat ini tidak ada perubahan rencana ataupun pola pengejaran terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Bahkan disebutkan tak akan ada penambahan personel untuk mempercepat pengejaran.

"Tidak ada penambahan, personel yang ada sudah cukup," pungkas Dedi.

Baca juga: 

Untuk diketahui, tewasnya Briptu Heidar berawal saat korban bersama Bripka Alfonso Wakum melintas di sekitar Kampung Usir dekat Kampung Mudidok menggunakan sepeda motor sekitar pukul 11.00 WIT.

Saat melintas, ada warga yang memanggil nama korban sehingga keduanya berhenti dan korban datang menghampiri warga sipil tersebut. Namun, tiba-tiba dari dalam semak belukar muncul sekelompok orang misterius bersenjata api menangkap korban dan membawanya, tanpa bisa melakukan perlawanan.

Sedangkan rekannya, Bripka Wakum, langsung menjatuhkan diri dan bersembunyi, ketika situasi dianggap aman yang bersangkutan langsung menuju ke Polsek Ilaga untuk melaporkan insiden yang mereka alami.

Jenazah Briptu Heidar ditemukan tidak jauh dari lokasi pengadangan di Kampung Usir, dekat Kampung Mudidok, Kabupaten Puncak, Papua.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - RZK
Category
Nasional

Berita Terkait: