Forgot Password Register

Headlines

Bye... 60 Persen Jabatan Pekerjaan Bakal Digantikan Mesin

Bye... 60 Persen Jabatan Pekerjaan Bakal Digantikan Mesin Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (Foto: Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com - Perkembangan Revolusi Industri 4.0 saat ini, dinilai memberikan tantangan sekaligus peluang bagi perkembangan perekonomian ke depan.

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas)/Kementerian PPN mencatat digitalisasi, otomatisasi, dan penggunaan kecerdasan buatan dalam aktivitas ekonomi diproyeksi meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam produksi modern, serta memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi konsumen.

Namun di sisi lain, perkembangan Revolusi Industri 4.0 berpotensi menyebabkan hilangnya pekerjaan di dunia. Studi Mckinsey memperkirakan 60 persen jabatan pekerjaan di dunia akan tergantikan oleh otomatisasi. Di Indonesia diperkirakan 51,8 persen potensi pekerjaan yang akan hilang.

Baca juga: Bisnis (Nyaris) Bangkrut, Marvel Diselamatkan 'Superheronya'

"Meskipun era Revolusi Industri 4.0 akan memberikan banyak tantangan, namun saya berpandangan sisi positifnya akan jauh lebih besar,” jelas Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dalam diskusi yang digelar di kantor Bappenas, Jakarta Pusat, Jumat (7/12/2018).

Revolusi Industri 4.0 mengubah proses produksi dengan cepat, yang berdampak pada pekerjaan dan produktivitas di berbagai sektor ekonomi perubahan cepat tersebut menuntut pelaku ekonomi untuk merespon dengan cepat pula dengan solusi yang baru dan berbeda.

"Kalau lihat optimisme kita lihat peluang, kita perlu sepakat apa yang harus dilakukan," ungkapnya.

Untuk keluar menjadi pemenang dan memastikan manfaat yang diterima dirasakan bersama, prinsip SDGs “leaving no one behind", inovasi, dan peran kewirausahaan merupakan kunci utama. Perkembangan teknologi digital menjadi potensi bagi Indonesia untuk mendorong inovasi dan kewirausahaan di berbagai sektor.

Baca juga: Selamat... dari BBM hingga Lampu Surya Mulai Merata di Indonesia

"Kita ingin punya kontribusi ingin mendorong enterpreneurship lebih banyak. Harus bisa memfasilitasi, mendorong dunia usaha, tidak cukup hanya CEO handal tapi punya terobosan. Terobosan ke depan diharap muncul dari entrepeneur," katanya.

Perkembangan startup business saat ini seperti BuBu, Moka, Lazada, Grab adalah contoh teknologi digital mendorong inovasi dan kewirausahaan.

Ekonomi digital juga berpotensi meningkatkan inovasi tidak hanya di swasta, tetapi di pemerintahan, seperti aplikasi eform pajak, Online Single Submission (OSS), hingga Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat ( LAPOR).

"Kita perlu masukan dunia usaha, profesional, akademisi pendapatnya, jangan sampai kita terganjal karena tidak siap atau tidak bisa memanfaatkan revolusi industri 4.0," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More