Pantau Flash
Kuwait Minta Komunitas Internasional Segera Tanggapi Aksi Iran
Ungkit Kemesraan dengan PDIP di Era SBY, Demokrat Inginkan Kursi Ketua MPR
Polisi Klaim Kantongi Identitas Bandar Besar Pemasok Narkoba ke Nunung
Tatap SEA Games 2019, Cabor Renang Ikut Kejuaraan Dunia di Korsel
Lanjutan Sidang Sengketa Pileg 2019, MK Putus 260 Perkara

China 'Culik' 31 Remaja Super Cerdas Garap Proyek Ambisius Masa Depan

China 'Culik' 31 Remaja Super Cerdas Garap Proyek Ambisius Masa Depan Ilustrasi siswa di China diperkenalkan perakitan senjata. (Foto: Reuters)

Pantau.com - China tengah mempersiapkan perakitan senjata perang canggih dengan melibatkan siswa sekolah menengah. Program ini adalah langkah terbaru China untuk menyaingi AS dalam perang modern.

Beijing Institute of Technology, lembaga penelitian terkemuka yang didanai pemerintah, telah memilih pemuda-pemuda terbaik dan tercerdas di China untuk berpartisipasi dalam program desain senjata berbasis kecerdasan buatan tersebut.

Melansir RT yang dikutip dari situs web BIT, Jumat (9/11/2018), 27 anak laki-laki dan 4 perempuan akan dipersiapkan untuk menjadi perancang senjata termuda dunia. Mereka yang terpilih dipilih dari daftar 5.000 kandidat, semuanya berusia di bawah 18 tahun.

Baca juga: Uskup Prancis Bentuk Komisi Pelecehan Seks Anak di Bawah Umur

Setiap siswa akan dipandu oleh ilmuwan senjata dari latar belakang akademis dan industri pertahanan. Para siswa juga akan mendapatkan pengalaman langsung bekerja di laboratorium pertahanan yang sebenarnya.

Sekadar informasi, program ini berlangsung selama empat tahun. Setelahnya, para lulusan diharapkan melanjutkan belajar di bidang spesialisasi Phd.

Namun ironisnya, China adalah negara adidaya pertama yang mendukung seruan untuk melarang senjata mematikan otonom di PBB. Sampai sekarang, sistem senjata otomatis perlu menggunakan kontrol manusia. 

Baca juga: Iran Salahkan AS Atas Kejahatan Perang di Yaman

Eleonore Pauwels dari pusat PBB untuk penelitian kebijakan di New York menyatakan keprihatinannya atas inisiatif China dalam wawancara dengan Business Insider:

“Ini adalah program universitas pertama di dunia yang dirancang untuk secara agresif dan strategis mendorong generasi berikutnya untuk berpikir, merancang, dan menerapkan AI untuk penelitian dan penggunaan militer," kata dia.

Keberanian China dalam bidang teknologi senjata telah menjadi perhatian serius bagi AS. Sebagai jawabannya, Badan Proyek Penelitian Lanjutan Pertahanan AS (DARPA) mengumumkan akan menggelontorkan USD2,7 miliar untuk mengembangkan kekuatan AL.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Internasional

Berita Terkait: